Rp2 Miliar Tak Cukup Untuk Kelola Sampah

TPA sampah

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Anggaran pengelolaan sampah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebesar Rp2 miliar dinilai masih sangat minim jika dibanding dengan produksi sampah setiap harinya yang mencapai tujuh ton.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, menyatakan, anggaran sebesar Rp2 milyar setiap tahun tidak cukup untuk mengelola sampah di wilayahnya. Rata-rata perhari, sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 7 ton sampah.

Idealnya, menurut dia, untuk pengeloaan sampah di Blora membutuhkan biaya Rp20 milyar. Anggaran tersebut untuk memenuhi fasilitas pendukung dalam pengelolaan dan pengolahan sampah. Karena DLH tidak mungkin melakukan pelebaran lokasi TPA karena sudah terlalu dekat dengan permukiman.

“Sehingga perlu dilakukan peningkatan pengelolaan sampah yang dilakukan secara bertahap dan memaksimalkan anggaran yang ada,” kata Dewi Tedjowati kepada suarabanyuurip.com, Rabu (22/11/2017).

Menurut dia, dari hasil study banding di Kota Madiun yang hanya terdiri dari 3 kecamatan, dukungan pemerintah dalam pengelolaan sampah cukup bagus. Dubuktikan dengan alokasi aggaran juga cukup besar dan alat pengeloaan sampah yang sudah komplit. Padahal produksi sampah yang dihasilkan hanya 4-5 ton perhari.

Baca Juga :   Pencarian Korban Hilang di Sungai Jepang Diperluas

“Disamping itu didukung tingkat perilaku masyarakat yang sudah bagus,” ujarnya.

Untuk mengangkut sampah sehari habis, di Madiun mengerahkan 200 personil dengan sistim kerja 4 shif. Sedangkan di Kabupaten Blora hanya 83 orang, termasuk tenaga pengangkut sampah.

“Bukan hanya menanagani wilayah perkotaan Blora dan Cepu,” ujarnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *