SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban - Peredaran narkoba di Kabupaten Tuban, Jawa Timur kian memperihatinkan. Sedikitnya 27 ribu orang dari 1,3 juta warga di Bumi Wali – sebutan lain Tuban- diduga menggunakan narkoba.
Untuk membuktikan penghitungan prevalensi tersebut, Bupati Fathul Huda bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tuban dites urine di Pendapa Krida Manunggal Tuban.
“Saya berharap semoga angka prevalensi ini salah,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, usai kegiatan Gerakan Aksi Bersih Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Terlarang Kabupaten Tuban tahun 2017, Kamis (2311/2017).
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda saat ini semakin meresahkan. Di seluruh dunia terdapat lebih dari 200 juta orang pengguna narkoba. Dari jumlah tersebut 2,2 persennya atau sekitar 4,5 juta adalah rakyat Indonesia.
Apabila angka prevalensi nasional sebesar 2,2 persen, maka diperkirakan sebanyak 27 ribu dari 1,3 juta penduduk kabupaten Tuban diperkirakan juga sebagai pengguna.
Bupati asal Montong ini menegaskan, sasaran dari penyebaran narkoba adalah pemuda atau remaja, atau yang berusia berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal ini menandakan bahaya narkoba mengancam generasi muda sewaktu-waktu.
“Satuan Pelaksana Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba  atau Satlak P4GN harus membentengi generasi penerus dari bahaya narkoba,†serunya.Â
Menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba juga menjadi tanggung jawab semua pihak, baik keluarga maupun pemerintah. Kepada desa sebagai jajaran terdepan pemerintahan agar lebih dini mengetahui pergerakan masyarakatnya.Â
“Mulai dari penduduk yang baru mencoba, pengedar maupun penggunaan Karnopen masih banyak ditemui di Kabupaten Tuban,†beber bapak empat orang anak ini menambahkan.
Orang tua harus sigap dan waspada akan bahaya yang dapat menjerat anak-anak sewaktu-waktu. Karena itu bupati berpesan kepada semua pihak agar menjaga dan mengawasi anak, diri sendiri dan keluarga dari bahaya narkoba.
“Sehingga harapan terbebasnya generasi muda dari narkoba dapat terwujud,†harapnya.
Antisipasi terhadap penggunaan narkoba juga perlu dilakukan mengingat sebagian penyalahgunaan narkoba tidak ketahui oleh keluarga. Terlebih, perkembangan Kabupaten Tuban menuju kota industri perlu mendapat perhatian khusus mengingat akan banyak pendatang yang memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda.Â
“Kepada BNN Jatim harus mendorong lebih kuat lagi kepada BNN Pusat agar segera merealisasikan pembentukan BNN Kabupaten Tuban,†pinta Bupati dua periode ini.
Fathul Huda juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilaksanakan Satlak P4GN. Sekaligus terhadap semua pihak yang telah peduli mewujudkan Tuban Bumi Wali Bersih Narkoba yang Diawali dari Tempat Kerja.
“Tunjukkan kepada masyarakat Tuban bahwa para pejabat pemerintahan dan jajaran TNI/Polri serta kepala desa/kelurahan bersih narkoba,†tegasnya.
Terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tuban, Hari Sunarno, menambahkan, dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang. Hal ini sebagai upaya “Mewujudkan Tuban Bumi Wali Bersih Narkoba yang Diawali dari Tempat Kerjaâ€.Â
Untuk membuktikan pejabat tidak terlibat Narkoba, sebanyak 435 orang dites urine. Mereka terdiri dari Bupati, Wabup, jajaran Forkopimda, Pimpinan OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tuban.
Tes Urine kali ini melibatkan tenaga ahli yang terdiri dari Tim BNN Provinsi Jawa Timur, tim Laboratorium Populer Tuban, Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, RSUD dr. R. Koesma Tuban, RS Medika Mulia Tuban, RS Muhammdiyah Tuban, dan RS NU Tuban. (aim)