Berani Catut Nama Kapolres Diperkarakan

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Menjelang perekrutan perangkat desa pada Bulan Desember 2017, Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno telah mengunjungi 10 kecamatan. Saat bertemu kepala desa dan masyarakat setempat, dia berpesan untuk tidak mencatut namanya.

“Siapapun itu yang membawa nama saya dalam tes rekrutmen perangkat bakal diperkarakan,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno, kepada suarabanyuurip.com, di Mapolres Tuban, Jumat (24/11/2017) kemarin

Semua perangkat desa di Tuban jangan main-main dalam rekrutmen perangkat desa kali ini. Silahkan berdiri tegak, dari pada nanti mengalami nasib sama seperti di Bojonegoro waktu lalu. Sebagai pimpinan di korps baju cokelat, Sutrisno hanya bisa menghimbau jangan sampai insiden itu terulang di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

Permasalah ini sangat memalukan, karena rekrutmen perangkat desa harus transparan dan demokrasi. Entah ada saudara ipar, kakak, atau orang, biarkan mengikuti proses sebagaimana mestinya. Jika tidak berkepentingan jangan ikut, dan melakukan hal melawan hukum.

“Kami tidak pernah main-main nanti,” tegasnya.

Kalau sudah ada laporan, apalagi ada uangnya dan disitu ada Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) bakal ditindak. Kepolisian bakal menyesuaikannya dengan aturan yang main.

Baca Juga :   FAR Desak Realisasi Perda Perlindungan Anak

Lebih dari itu, apabila ada anggota maupun kapolres sendiri yang terlibat juga bakal diproses. Upaya sebagai wujud menciptakan keamanan dan menegakkan keadilan.

“Saya harap tak ada yang menjual nama saya, Bupati maupun Forkopimda lainnya,” pintanya.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, juga menjamin kerahasiaan soal dan kunci jawaban tes perekrutan perangkat desa. Sekalipun tak menggandeng pihak ketiga, tapi pria kelahiran Kecamatan Rengel ini menjunjung transparansi dan kejujuran.

“Untuk tim pembuat soal akan kami karantina dan tidak boleh komunikasi dengan orang luar,” janjinya.

Politisi PKB Tuban ini menhimbau kepada masyarakat, jangan mudah percaya dengan oknum yang bisa meloloskan tes. Bahkan memiliki kunci jawaban tes soal perangkat desa. Isu bocornya kunci jawaban tidak benar, dan pihaknya menjamin itu. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *