Pesta Miras, Pelajar Menengah Terjaring Razia

NULL

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sejumlah pelajar dari salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjaring razia Satuan Polisi Pemong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cepu, Rabu (6/12/2017). Diduga telah melakukan pesta miras.

Razia itu menyasar salah satu warung di lingkungan Sidodadi, Kelurahan Cepu, menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait banyaknya pelajar yang nongkrong dengan mambawa minuman keras (miras).

“Kemudian anggoa Satpol PP bergerak melakukan razia,” kata Dahlan Rosidi, Kasatpol PP Kecamatan Cepu, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/12/2017).

Dia menjelaskan, razia itu berhasil mengamankan 3 orang pelajar yang dengan suka rela diangkut petugas, kemudian barang bukti berupa 11 unit helm, 7 buah tas dan sisa miras dalam botol ukuran 1,5 liter yang telah mereka minum, serta tiga unit kendaraan bermotor.

“Para pelajar itu sebenarnya usai mengikuti Ujian Sekolah. Lalu mereka nongkrong di warung kopi,” terangnya.

Untuk bisa mengambil kendaraan maupun peralatan sekolahnya, para pelajar yang terjaring razia tersebut menunggu orang tua dan pihak sekolah datang untuk diberikan pembinaan, dan membuat surat pernyataan intinya para pelajar yang terjaring tidak mengulangi kembali perilakunya yang tidak baik tersebut.

Baca Juga :   Muscab PKB Bojonegoro, Gus Halim: Ketua Terpilih Harus Lipatkgandakan Kemenangan

“Siang tadi orang tua dan pihak sekolah kita undang agar mengawasi betul anak anaknya. Setelah semua sepakat kendaraan dan alat sekolah yang diamankan petugas boleh diambil kembali,” terang Dahlan usai memberikan pembinaan di pendopo kecamatan setempat.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa 16 orang pelajar itu berasal dari salah satu Sekolah Menengah yang ada di Cepu. “Sangat disayangkan sekali. Mereka adalah generasi penerus bangsa ini. Mau jadi apa kalau pelajarnya seperti ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, para pelajar terjaring razia tesebut bisa segera berubah untuk menjadi lebih baik.

Untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya mengaku bakal melakukan razia pelajar dan sweeping di warung-warung yang berpotensi menjadi lokasi tongkrongan para pelajar.

Sementara, Waka Kesiswaan, Yusron, mengaku, bahwa dari sejumlah siswa yang terjaring razia itu tidak semua terlibat pesta miras. “Dari pembinaan tadi kalau tidak salah ada 6 siswa yang terindikasi ikut pesta miras,” terangnya.

Dari pihak sekolah, kata dia,  bakal mengambil langkah pembinaan kepada para siswa yang ada disekolahnya. “Kami tetap bakal melakukan pembinaan kepada siswa,” kata dia. (ams) 

Baca Juga :   Sebut SHP Yayasan Suyitno Sesuai Regulasi, Sekdes Kalirejo Tantang BPN Gelar Dokumen

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *