Media Sebagai Alat Perjuangan dan Industri

Priyambodo RH

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Semarang – Dalam satu dasawarsa terakhir, perkembangan media cetak, elektronik, maupun online gegap gempita berlomba memberikan informasi ke publik. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, media harus dipahami dari dua sisi yakni alat perjuangan dan sebuah industri yang mencari laba.

“Kedua sisi itu ada nilai estetikanya,” ujar perwakilan LPDS Semarang, Priyambodo RH, saat memberikan materi manajemen konvergensi multimedia massa, dalam lokakarya jurnalistik tentang Migas, di Desa Sidomukti-Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa, 12 Desember 2017.

Maksud dari Konvergensi media adalah penggabungan dari media-media yang ada, untuk dapat digunakan dan diarahkan kearah satu titik tujuan. Biasanya sangat merujuk perkembangan teknologi komunikasi digital, yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan.

Pada kenyataannya dunia konvergensi bukan milik pimpinan media, tapi milik wartawannya. Hal ini karena media sebagai industri hanya memikirkan untung rugi.

Ketatnya persaingan media, sudah sepatutnya para praktisi media memikirkan pelanggan atau pembacanya. Salah satu caranya mengemas informasi semenarik mungkin. Sama halnya kabar publik figur yang diidolakan publik.

Baca Juga :   Produksi Blok Tuban Ditarget 36 ribu BPH

“Untuk mencapai pasar memang tidak mudah butuh proses,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi, jurnalis dituntut bisa meyakinkan narasumbernya ketika ada pemerasan untuk tidak lapor ke aparat. Yang paling utama, laporkan ke organisasi wartawan AJI, PWI, dan IJTI di wilayahnya masing-masing.

Sekalipun di lindungi UU Pers Nomor 40, awak media juga perlu mewaspadai 3 P. Mereka adalah penegak hukum, pejabat, dan pengusaha besar yang dekat dengan masalah yang merepotkan publik.

“Kewaspadaan ini untuk menghindari tekanan terhadap karya jusnalistik,” jelasnya.

Sementara media sebagai industri, tidak bisa dipungkiri korelasinya. Bisnis media harus jalan, seiring keakuratan informasi yang dikonsumsi pembaca. Kerjasama dengan pihak ketiga, merupakan kreatifitas untuk menguatkan peran media sebagai pilar demokrasi.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *