SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Lapangan Tiung Biru (TBR) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu pada (31/12/2017) ditutup. Sehingga pada awal Januari 2018, lapangan tersebut tidak lagi berproduksi. Padahal, minyak mentah dari lapangan TBR adalah lapangan yang hasil minyaknya cukup besar dibanding lapangan lain.
Menurut Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, sebanyak tiga sumur di lokasi TBR akan ditutup dan berhenti berproduksi. Hal itu menyusul akan di operasikannya lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Jika tidak dilakukan penutupan, kata Heru, dikhawatirkan mengganggu operasi J-TB.
“Ya ini harus dilakukan,” terangnya.
Pihaknya tidak memungkiri, jika dengan berhentinya lapangan T-BR akan berdampak kepada kelompok masyarakat (pokmas) sekitar yang ikut serta terlibat dalam pengiriman minyak ke MGS (Main Gathering Sistem) Menggung.
“Otomatis road tank mereka juga berhenti,” kata Heru.
Bukan hanya itu, dengan tidak beroperasinya lagi lapangan TBR juga bisa mengurangi bau di sekitar MGS Menggung yang berasal dari minyak TBR.
“Bau otomatis juga berkurang,” paparnya.
Dijelaskan, bahwa produksi minyak dari lapangan TBR cukup besar dibanding lapangan lain.
“800 Barel per hari (bph) dari lapangan TBR. Itu produksi paling bagus dibanding lapangan-lapangan yang lain,” terang heru.(ams)