SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset 4 Field Cepu, menganggap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE), lebih baik produksinya dibandingkan dengan BUMD Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
Terbukti, kurang dari 300 titik sumur yang tersebar di lapangan Ledok dan Semanggi, BPE telah menyetorkan minyak kepada Pertamina diatas 150 barel per hari (bph).
“Paling baik Blora,” kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, kepada suarabanyuurip.com, saat tinjaun lapangan di Main Gatheting Sistem (MGS) Menggung, Jum’at 15 Desember 2017.
Diberitakan sebelumnya, jika BPE belum mendapat target produksi dalam operasinya mengelola sumur tua. “BPE tidak ditarget karena memang bukan Kerja Sama Operasi (KSO),” kata Legal & Relation Manager PT Pertamina EP Asset 4, Agustinus, kepada suarabanyuurip.com melalui WhatsApp, Sabtu 9 Desember 2017.
Menurut Agustinus, untuk total produksi yang dilakukan BPE sebulan lebih dari 160 bph. “Rata-rata produksi per bulan BPE 165 Barel oil per day (BOPD),” ungkapnya.
Sementara PT BBS, dianggap buruk karena setoran minyaknya rendah dan jauh dari target. “BBS Buruk,” tandas Heru, saat dimintai keterangan terkait produksi PT BBS.
Hal itu, dilihat dari jumlah titik sumur minyak tua yang begitu banyak dan juga target yang telah ditetapkan. “Tidak imbang dengan jumlah sumur yang ada. Pengiriman rata-rata hanya 14 bph,” tambah Heru Irianto.
Seperti diketahui, PT BBS menandatangani kontrak perjanjian mengelola sumur tua dengan Pertamina EP Asset IV Field  Cepu pada 16 Agustus 2017 lalu. Pertamina EP memberikan target kepada PT BBS untuk menyetor minyak mentah sebesar 500 barel per hari (bph) dari jumlah sumur yang mencapai 500 lebih.
Buruknya setoran itu, lanjut Heru, didukung dengan masih banyaknya penambang di lapangan Wonocolo yang menjual minyaknya keluar. “Termasuk menjualnya kepada penyuling tradisional,” tuturnya.(ams)