SuaraBanyuurip.com – ririn wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, belum bisa memastikan penyebab matinya tanaman padi milik Mustofa, di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, yang diduga tercemar limbah dari Pad A Lapangan Minyak Sukowati, Blok Tuban.
“Untuk memastikannya harus ada hasil laboratorium untuk sample tanahnya. Sedangkan kita hanya menguji sample airnya saja,” kata Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, saat ditemui di kantornya, Jumat (29/12/2017).Â
Dari hasil tes air menyebutkan, baku mutu yang ada adalah kelas II. Artinya, kandungan air yang diuji terdapat polutan atau padatan. Hal ini dianggap wajar karena air yang digunakan untuk pengairan disawah tersebut menggunakan air bawah tanah.
“Kalau secara air saja, masih bisa untuk tanaman tapi tidak untuk konsumsi,” imbuhnya.Â
Sedangkan pengujian tanah dilakukan oleh operator Lapangan Sukowati, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Uji tanah diprediksi memakan waktu lama, bisa mencapai tiga bulan atau lebih.Â
“Kita butuh hasil sample tanah untuk memastikan apakah ada pencemaran atau tidak,” tukasnya. Â
Seperti diketahui sebelumnya, DLH mengambil sample air setelah adanya aduan dari Mustofa bahwa sawah berukuran seluas 18 x 25 meter persegi atau 450 meter persegi dari total 1500 meter persegi sawah miliknya tidak bisa tumbuh dengan baik. Sawah tersebut berdampingan dengan Pad A Lapangan Sukowati, Blok Tuban.(rien)