Diduga Lapangan Migas Sukowati Cemari Sawah Warga

Sawah mustofa

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Petani di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kecewa dengan operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Mustofa (35) petani setempat mengatakan, kecewa dengan operator lapangan migas Sukowati, Blok Tuban, JOB P-PEJ. Karena terkesan mengabaikan kondisi sawahnya yang selalu mati saat ditanami padi. Padahal, beberapa tahun sebelum ada produksi di Pad A, sawahnya masih bisa tumbuh dan berbuah dengan baik.

Mustofa menduga, matinya tanaman padi tersebut akibat limbah dari lapangan migas Sukowati. 

“Dua tahun terakhir ini, baru ditanami tiga hari saja sudah mati,” ungkapnya, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (9/11/2017).

Matinya tanaman padi tersebut sudah pernah dicek oleh JOB P-PEJ, namun jawaban yang didapatkan tidak memuaskan, yakni disebabkan karena penyakit atau hama. Bukan karena limbah atau bahan kimia lainnya.

“Setelah dicek pada awal Januari 2017 lalu, saya dapat ganti rugi. Tapi diberi surat pernyataan untuk tidak menuntut lagi. Ya saya tolak surat pernyataan itu,” tukasnya.

Baca Juga :   Pertagas Sebut Pipanisasi Gas Gresik - Semarang Selesai Sesuai Jadwal

Karena JOB P-PEJ memberikan saran untuk tetap menanam, dan mengatakan jika tidak ada masalah pada kesuburan tanah, maka pihaknya kembali menanam padi. Tapi, hasil yang didapat ternyata sama saja.

“Saya berharap, JOB P-PEJ bertanggung jawab atas kondisi sawah saya,” tegasnya.

Dari pengukuran yang dilakukan, sawah yang padinya mati berukuran seluas 18 x 25 meter persegi atau 450 meter persegi dari total 1500 meter persegi sawah miliknya. Tidak ada petani lainnya yang terdampak, karena disekeliling Pad A semua hanya milik Mustofa.

“Kalau diuangkan, harus ada ganti rugi senilai panen satu tahun tiga kali itu. Satu kali panen kurang lebih mendapat hasil Rp1 juta,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel tanah dan air di lokasi sawah milik Mustofa. Karena, diduga ada pencemaran minyak mentah dari lokasi Pad A yang berdempetan dengan sawah tersebut.

“Nanti kita cek di laboratorium untuk melihat adakah parameter yang terlihat yakni terdapat unsur BOD, TSS, maupun lemak tanah yang ada,” pungkasnya.

Baca Juga :   Pertamina EP Kantongi Ijin Ngebor Sumur Air Tanah

Dihubungi terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, belum memberikan konfirmasinya. Pesan pendek yang dikirim Suarabanyuurip.com belum dibalas, saat dihubungi jutru di reject alias ditolak.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *