Invoice Molor Biangkerok Hancurnya Kontraktor Lokal

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Masalah molornya pembayaran invoice (tagihan) terkesan sebagai biangkerok hancurnya kontraktor lokal di proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) – 5 Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur yang hingga saat ini belum diketemukan solusi pengatasannya agar menjadi lancar.

Terbukti, pengajuhan invoice yang dilakukan oleh kontraktor lokal kepada kontraktor pelaksana proyek EPC-5, Banyuurip, PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind) sejak akir tahun 2014 hingga saat ini belum klir. Salah satu diantaranya adalah, CV. Putra Mandiri (PM) yang sampai saat ini belum dilunasi oleh PT HK.

CV PM merupakan sub kontraktor HK-Rekind. Kontraktor lokal sekitar pemboran Migas itu, selama ini memperoleh pekerjaan sebagai penyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) di proyek EPC-5 Banyuurip.

“Saya mengajukan invoice sejak bulan Nopember 2014, Mas. Dari total hutang HK kurang lebih Rp800 juta, masih tersisa sekira Rp330 juta yang belum dibayar hingga bulan September 2015 ini,” kata Direktur CV PM, Munawar Cholil kepada suarabanyuurip.com, Rabu (16/9/2015).

Baca Juga :   Pertamina Sukowati Resmi Kelola Sumur Migas Kolibri

Akibat belum dilunasinya hutang PT HK, membuat CV PM selama sebelas bulan menganggur tidak bekerja, karena dana yang sudah cair habis dibuat bayar tenaga kerja, bayar hutang, dan bayar pajak.

“Saya tidak bisa berkutik apa-apa, mau bagaimana lagi kenyataannya sampai saat ini sisa dana juga belum dicairkan oleh HK. Ketika ditagih alasan saja, suruh nunggu proses terus. Masa proses setahun ngak selesai-selesai,” keluhnya.

“Kami harapkan HK segera melunasi sisa hutangnya senilai Rp330 juta itu. Agar, kami bisa bekerja lagi, dan jika tidak segera cair ya hancurlah kami sebagai kontraktor lokal,” lanjut dia.

Terpisah, Humas PT HK, Achmad Fatoni, ketika ditanya perihal molornya invoice yang diajukan oleh CV PM kepada PT HK, melalui pesan pendek enggan memberikan komentar secara jelas.

“Tanyakan ke bagian keuangan saja, Mas,” saran Toni berkelit. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *