SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset 4 Field Cepu, akan menutup lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Tiung Biru (TBR) di wilayah Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya isapan jempol. Terbukti perusahaan plat merah tersebut saat ini mulai melakukan tahapan penutupan sumur.
“Sebelum ditutup, kita melakukan pendataan terlebih dahulu. Butuh waktu empat sampai lima hari untuk melakukan penutupan,” kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (3/1/2018).
Dalam proses penutupan, semua peralatan yang ada di lokasi TBR diserahkan kepada pihak ketiga yaitu PT Gatramas karena selama ini sistemnya hanya sewa-menyewa.
“Kalau kita tidak ada alat apa-apa disana, semua milik pihak ketiga yang disewa. Aset kita hanya sumur saja,” tegasnya.
Pihaknya tidak menyangkal, dengan ditutupnya sumur TBR ini ada tenaga kerja yang harus diberhentikan. Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak yakni kurang lebih 20 orang sebagai security dan operator.
“Kita tetap akomodir tenaga kerja tersebut, tapi tidak tahu mereka mau apa tidak dipindah tempat kerjanya,” imbuhnya.
Penutupan tiga sumur yang memproduksi minyak mentah sebesar 750 barel per hari (Bph) itu memang harus dilakukan. Dengan tujuan memperpanjang umur produksi lapangan unitisasi gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
“Jadi, kalau kita terus memproduksi Tiung Biru tiba–tiba tekanan turun, maka umur produksi J-TB juga akan berkurang, ” jelasnya.
Selain itu, merupakan permintaan dari sebagaian besar orang yang terganggu dengan adanya bau di sekitar Main Gathering Sistem Menggung.(rien)Â