SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Naiknya kebutuhan dasar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, salah satunya dipicu oleh adanya industri minyak dan gas bumi (migas).
Menurut Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto, dengan adanya industri migas menjadikan daya beli masyarakat semakin meningkat.
“Sementara ketersediaan bahan mentah tidak sebanding dengan permintaan tersebut,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (4/1/2018).
Peningkatan daya beli masyarakat, lanjut Sigit, dibuktikan dengan banyaknya warung makan, cafe, dan restauran di Bojonegoro dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
“Padahal seperti stok sayur mayur dan sembako (sembilan bahan pokok) lainnya terbatas. Karena bisa saja hasil pertanian menurun karena dampak cuaca atau hama,†jelasnya.
Data dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, ada beberapa item sembako yang mengalami kenaikan di tahun 2018 ini.
Kenaikan tersebut diantaranya, Beras IR 64 dari harga sebelumnya Rp10.086 naik menjadi Rp10.117 per kilogramnya, daging Sapi dari Rp107.245 naik menjadi Rp107.261 per kilogramnya, daging Ayam Kampung dari sebelumnya Rp57.116 naik menjadi Rp57.231 per kilogramnya.
Sementara sayur mayur diantaranya Kobis dari sebelumnya Rp6473 naik menjadi Rp6.492 per kilogramnya, Kentang dari sebelumnya Rp14.912 naik menjadi Rp15.066 per kilogramnya, dan Wortel dari sebelumnya Rp12.435 naik menjadi Rp12.585 per kilogramnya. (rien)