SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Tak kurang dari empat tahapan yang dilakukan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset 4 Field Cepu, dalam upaya penutupan lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tiung Biru (TBR), di wilayah Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.Â
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, mengatakan, empat tahapan yang akan dilakukan dalam penutupan lapangan TBR adalah pertama dilakukan Rig up well test unit, yang ke-2 matikan sumur, ke-3 melakukan pengambilan data subsurface.
Adapun pengambilan subsurface (bawah permukaan) dilakukan dengan cara Pressure build up (PBU) menggunakan slickline unit.
“Ini adalah salah satu program kerja well test,” kata Heru Irianto, kepada Suarabanyuurip.com.
Kemudian pada tahapan ke-4, adalah menutup sumur. Sedangkan pekerjaan dilakukan selama 4-5 hari untuk masing-masing sumur.
“Saat ini unit sedang rig up di sumur TBR 01 atau TBR A,” jelasnya.
Dalam proses penutupan, semua peralatan yang ada di lokasi TBR diserahkan kepada pihak ketiga yaitu PT Gatramas karena selama ini sistemnya hanya sewa-menyewa.
“Kalau kita tidak ada alat apa-apa disana, semua milik pihak ketiga yang disewa. Aset kita hanya sumur saja,” tegasnya.
Penutupan tiga sumur yang memproduksi minyak mentah sebesar 750 barel per hari (Bph) itu memang harus dilakukan. Dengan tujuan memperpanjang umur produksi lapangan unitisasi gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
“Jadi, kalau kita terus memproduksi Tiung Biru tiba–tiba tekanan turun, maka umur produksi J-TB juga akan berkurang, ” jelasnya.
Selain itu, merupakan permintaan dari sebagaian besar orang yang terganggu dengan adanya bau di sekitar Main Gathering Sistem Menggung.(ams)