SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Sumur Minyak Tua, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyatakan akan segera memanggil Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk membahas sumur tua.Â
“Segera kita lakukan pertemuan, ada beberapa hal yang akan kita bahas dengan PT BBS,” kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, kepada suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Sabtu (6/1/2018).
Menurutnya, performance PT BBS sejak penandatanganan kontrak pengelolaan sumur tua pada Agustus 2017 lalu sampai sekarang jauh dari harapan, bahkan tidak sesuai komitmen awal.
“Jauh sekali dengan komitmen awal kita tandatangan kontrak dulu,” imbuhnya.Â
Ada beberapa hal yang kini jadi sorotan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu terkait kinerja PT BBS mengelola sumur minyak tradisional peninggalan kolonial Belanda. Diantaranya target produksi yang tidak sesuai kontrak, yakni dari 500 barel per hari (Bph) hanya terealisasi sebesar 10,57 Bph.Â
“Termasuk pengelolaan limbah sampai sekarang belum ada kejelasannya,” lanjut Heru.
Selain itu, komitmen PT BBS yang mendaftarkan BPJS kesehatan dan lain sebagainya kepada penambang belum direalisasikab. Kemudian kebutuhan ruang terbuka hijau dan masih ada beberapa komitmen di dalam kontrak yang belum dilaksanakan.Â
“Ya kita bina terus itu PT BBS, agar komitmennya terlaksana semua,” tandasnya.
Terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, saat dikonfirmasi terlihat enggan memberikan jawaban. Pihaknya melemparkan hal itu kepada Komisaris PT BBS untuk menjawabnya.Â
“Pak Agus, Komisaris PT BBS, bisa jawab itu,” pungkasnya.(rien)