SuaraBanyuurip.com -Â
Jakarta – Sebanyak 22 wilayah kerja (WK) migas akan dilelang terbuka oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelum bulan Pebruari 2018. Ke 22 blok migas itu yang tidak laku pada tahun 2015 dan 2016, serta blok lain yang tidak memenuhi syarat untuk perpanjangan kontrak 6 tahun.
“Masih akan kita sisir, tapi tidak semuanya, tergantung kesiapan datanya. Ada sebagian yang masih proses transfer dari SKK Migas, tetapi mainly kita berusaha as much as possible akan kita lelangkan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas, Ego Syahrial dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM.Â
Sebelumnya, Kementerian ESDM telah melayangkan surat kepada Pertamina untuk memberikan delapan blok migas kepada Pertamina, yaitu Blok Tengah, Blok North Sumatera Offshore (NSO), Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga dan Blok South East Sumatera, Blok Attaka dan Blok East Kalimantan.
Setelah dievaluasi, Pertamina menyerahkan kembali Blok Attaka dan Blok East Kalimantan kepada Pemerintah. Selanjutnya, terhadap dua blok tersebut akan dilakukan lelang terbuka yang diusahakan pada Januari 2018.
“Persiapan kami, East Kalimantan dan Attaka Bulan Maret, karena persiapan bid document, karena ini lelang WK produksi. Pak Wamen ingin lebih cepat, kuncinya nanti persiapan data di SKK Migas. Jadi walaupun Maret, kita berusaha biar itu bisa Februari. Tapi kita usahakan Januari ini bisa dilelang, sebisa mungkin,” tutur Ego.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan bahwa pengumuman lelang terbuka untuk seluruh Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) akan selesai pada Januari 2018.Â
“Saya putuskan Januari ini harus selesai. WK terminasi ini Januari harus selesai. Kenapa? karena sudah 6 bulan. Pokoknya saya mau secepatnya. Schedule kita bikin kok. Harus kerja cepat. Saya tidak mau menunggu,” tegas Arcandra.(red)