Warga Pulo Pasang Harga Rp500.000 per Meter

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kabar menganai pindahnya jalur pipa gas dari Sumur NKT-01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menuju Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, dari Desa Tanjung ke Desa Pulo dibenarkan oleh Kepala Desa Pulo, Sukarno.

Menurutnya, lahan yang akan digunakan untuk jalur pipa tersebut milik 37 warga. Akan tetapi, kata dia, belum ada kesepakatan harga antara Pertamina dengan warga. “Hari Rabu, (17/1/2018) besok baru ada pertemuan lanjutan dengan warga,” kata Sukarno, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/1/2018).

Warga setempat pasang harga cukup tinggi untuk harga yang permeternya. “Untuk lahan sawah saja warga menghendaki harga Rp200.000 permeter. Sedangkan untuk lahan dipinggr jalan warga memasang harga Rp500.000 per meter, bahkan lebih,” ujarnya.

Harga tersebut, bagi dirinya cukup masuk akal.  Sebab, harga tanah saat ini juga cukup tinggi. “Untuk ukuran 10 meter x 20 meter, harganya sudah Rp150 juta,” ungkap Sukarno.

Dia menyatakan, jika kesepakatan harga belum bisa dipastikan. “Ini belum dil,” terangnya.

Baca Juga :   Pertamina Diminta Koreksi Diri

Sementara, Camat Dasiran mengaku, hanya memfasilitasi terkait kesepakatan harga. “Kami hanya mempertemukan kedua belah pihak untuk saling menawar,” terangnya.

Pihaknya hanya berharap, nanti untuk Pertamina bisa melibatkan warga lokal dalam pekerjaan non teksnis. “Pertamina bisa mengakomodir untuk tenaga non teknis,” kata dia.

Untuk diketahui, warga Tanjung sempat melakukan penolakan atas rencana Pertamina melakukan penanaman pipa di Desa Tanjung. Sehingga Pertamina mengalihkan jalur pipa ke Desa Pulo.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *