SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak triwulan IV tahun 2017, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dipastikan cair di tahun 2018. Perolehan DBH sampai triwulan tiga telah melebihi target Perubahan APBD 2017 sebesar Rp13.023.361.000.
“Memang untuk triwulan 4 ditransfer di tahun berikutnya,†ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (DPPKAD) Tuban, Rini Indrawati, melalui pesan yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (20/1/2018).
Rini sapaan akrabnya menjelaskan, Pada P-APBD 2017, Pemkab Tuban mematok target DBH minyak bumi sebesar Rp13.023.361.000. Perolehan per bulan Oktober sudah mencapai 112,71%, atau setara Rp14.679.205.165.Â
“Secara hitungan ada kenaikan Rp1.655.844.165 antara target dan penerimaan,” tegasnya.
Sedangkan untuk target perolehan DBH gas bumi pada P-APBD sebesar Rp4.717.664.000. Realisasi sampai triwulan IV mencapai 175,92% atau setara Rp8.299.417.314. Selisih antara target dan realisasi sebesar Rp3.581.753.314.
“Selisih target dan realisasi minyak 12,71% dan gas 75,92%,†imbuhnya.
Berbeda dengan kondisi DBH Migas Tuban pada semester 1 2017. DBH Minyak yang diterima turun 41,42%. Akibatnya Pemkab Tuban, harus memutar otak menyesuaikan pembangunan daerah.
Catatan DPPKAD Tuban penurunan DBH minyak mencapai 41,42%, sedangkan gas bumi naik sebesar 2.664,37% dari target. Penurunan DBH minyak sebesar 41,24% di semester I 2017, setara dengan Rp4.664.202.385. Penurunan ini disebabkan ada pemotongan dari pemerintah pusat sebesar Rp6.643.979.000, akibat adanya lebih salur tahun 2015 lalu.Â
Untuk kenaikan DBH gas bumi pada semester I sebesar 2.664,37%, setara dengan Rp4.354.500.775. Hal ini karena ada penerimaan kurang salur tahun 2016 lalu sebesar Rp4.250.886.275.
Sementara itu, realisasi DBH minyak bumi tahun 2016 kurang dari target Rp19.796.500.000. Perolehan DBH minyak Januari- Desember 2016 hanya 85,49% atau kurang Rp2.872.141.550.
Untuk perolehan DBH Gas Bumi melebihi target 2016 sebesar Rp464.350.000, karena ada penerimaan kurang salur tahun sebelumnya sebesar Rp526.577.877. Otomatis realisasinya sampai dengan bulan Desember mencapai Rp858.401.927. (aim)