SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), mengungkapkan, tahun ini belum ada wacana peningkatan produksi minyak mentah di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Kalau ditingkatkan dari produksi yang sekarang, butuh kajian ya. Karena harus tahu dulu kemampuan fasilitasnya sekarang,” kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Ali Masyhar, kerpada suarabanyuurip.com, Senin (22/1/2018).
Tahun 2017 lalu, produksi di Blok Cepu telah mencapai target dari yang ditetapkan oleh Pemerintah, yakni sebesar 200.000 Barel per hari (Bph). Jumlah tersebut bahkan meningkat. dari awalnya sebesar 185.000 Bph.
“Kalaupun naik, kurang lebih 205 ribu Bph, itu target tahun ini,” imbuhnya.
Sementara itu, dari data yang didapat, produksi minyak bumi yang siap dijual (Lifting) nasional tahun 2017 sebanyak 803 ribu Barel per hari dari target 815 ribu Bph.
“Salah satu penyumbang terbesarnya ya dari Blok Cepu, rata-rata 200 ribu Bph,” imbuhnya.
Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Dave A Seta, mengungkapkan, pada tahun 2017, lifting di Blok Cepu melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Lifting tahun 2017 mencapai antara 201 ribu Bph sampai 202 ribu Bph,” tukasnya.
Namun, untuk tahun ini pihaknya belum bisa memastikan apakah ada kenaikan lifting atau tidak. Karena, dalam perjalanannya ada beberapa hal yang menyebabkan penurunan produksi, salah satunya dilakukan shut down.
“Seperti tahun lalu, kita lakukan shut down, Itu menyebabkan penurunan produksi kan,” pungkasnya.(rien)Â