SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pengelola sumur minyak Tiung Biru (TBR), Pertamina EP Cepu Asset 4 menegaskan, penutupan sumur minyak TBR A , TBR B dan TBR C merupakan strategi bisnis korporasi yang perlu didukung karena menyangkut kaitan perekonomian yang lebih besar bagi daerah penghasil sumur Jambaran – Tiung Biru (J-TB).
“Wilayah TBR masuk ke daerah operasi PEPC dan ini harus dipahami,” tegas General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (21/1/2018) kemarin.
Selama ini dalam memproduksi minyak mentah Crude oil gas yang terbakar di Flare sangat besar dan belum ada teknologi yang memanfaatkan. Sehingga, penundaan penutupan sumur minyak TBR akan memperoleh sangsi klaim pembayaran gas terproduksi yang lebih besar, dan merugikan bisnis korporasi secara makro, mengingat TBR sudah beroperasi sejak 2013 lalu.
Langkah antisipasi yang dilakukan saat ini, menurut Agus, PEPC dan Pertamina EP Asset 4 Cepu akan melakukan koordinasi guna memastikan langkah- langkah persuasif yang sudah dilakukan. Salah satunya berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri di wilayah TBR guna melakukan pengamanan proses penutupan sumur minyak TBR nantinya.
“PEPC dan Pertamina EP Asset 4 Cepu akan mengedepankan solusi untuk potensi sosial yang muncul,” pungkasnya.(rien)