Sumur TBR Ditutup Untuk Perpanjang Produksi JTB

GM PEP Agus Amperianto

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyampaikan ada empat tahap penutupan Sumur Minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten  Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan dilakukan.

General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto menjelaskan secara teknis pelaksanaan Temporary Plug and Abandoned atau penutupan sumur di lokasi TBR-A, TBR- B dan TBR- C  dimulai pada Minggu ke dua Januari 2018 sampai dengan akhir April 2018.

Dalam kegiatan tersebut diantaranya meliputi mobilisasi, demobilisasi ( Mob- demob) alat- alat untuk kegiatan dan sarana penunjang serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kebutuhan opersional migas.

“Kegiatan akan berlangsung selama kurang lebih 90 hari,” ujarnya.

Empat tahapan yang dilakukan yaitu dilakukan Rig up well test unit, mematikan sumur, melakukan pengambilan data subsurface. Sedangkan pengambilan subsurface (bawah permukaan) dilakukan dengan cara Pressure build up (PBU) menggunakan slickline unit.

“Ini merupakan salah satu program kerja well test, yakni menutup sumur. Penutupan tiga sumur yang memproduksi minyak mentah sebesar 750 barel per hari itu memang harus dilakukan,” jelas Agus.

Baca Juga :   Pascaterbakar, Aktivitas Sumur Minyak Tua Kembali Normal

Tujuannya, lanjut Agus, untuk memperpanjang umur produksi lapangan unitisasi gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). 

“Jadi, kalau PT. Pertamina EP Asset 4 Cepu terus memproduksi Tiung Biru tiba-tiba tekanan turun, maka umur produksi J-TB juga mengalami penurunan atau berkurang lebih cepat,” tandasnya.

Apabila tidak dilakukan penutupan, kondisi yang merugikan ke depan khususnya bagi penerimaan pendapatan  daerah jangka panjang, dan kerugian investasi bagi Pertamina secara korporasi. Sehingga EP Asset 4 harus juga menghormati pengembangan bisnis korporasi ke depan, dengan mengorbankan menutup sumur yang masih berstatus produksi tersebut.

“Selain itu hal ini didorong oleh pertimbangan lingkungan, dimana ada sebagaian besar lingkungan masyarakat di sekitar MGS Menggung yang merasa terganggu dengan bau yg ditimbulkan,” lanjutnya.

Sementara itu, sebelumnya sumur minyak TBR setiap harinya ada aktifitas pengangkutan crude oil (minyak mentah) oleh Roadtank atau truk tangki dari masyarakat yang akan berakir kontraknya pada tanggal 28 Januari 2018.(rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *