SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Jawa Timur, menegaskan, dalam penyaluran beras mulai tahun 2018 ini bicara tentang komersial. Artinya, tetap akan mengambil dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah atau Harga Pokok Penjualan (HPP) yakni Rp3.700 per kilogram dan langsung dijual, bukan untuk stok.
“Begitu juga dengan Bojonegoro, kami akan menurunkan tim langsung untuk itu,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Bulog Sub Divre Jawa Timur, Imam Subowo, usai Panen Raya di Kecamatan Kanor, Senin (22/1/2018) kemarin.
Selain terus melakukan operasi pasar, juga diimbangi dengan penyerapan beras. Hal ini dilakukan sesuai Inpres No 5 Tahun 2015Â tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah.
“Oleh sebab itu kita sekarang bersifat komersial maka Beras Kesejahteraan (Rastra) akan ditiadakan,” ungkapnya.
Menurutnya, saat ini harga gabah ditingkat petani mengalami kenaikan yakni Rp5.200 sampai Rp5.500 per kilogramnya. Meski demikian, Bulog tetap akan menyesuaikan harga tersebut dengan syarat kualitas harus memenuhi syarat.
“Kita tidak akan memaksa petani membeli sesuai HPP Rp3.700 per kilogram. Tapi ingat, kualitas harus tetap memenuhi syarat,” pungkasnya.(rien)