SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Harga daging ayam di Lamongan, Jawa Timur, terus merangkak naik. Disejumlah pasar tradisional harga daging ayam yang biasanya Rp29.000 per kilogram (Kg) saat ini naik menjadi Rp 35.000 per kilogram.
“Sudah satu Minggu ini harga daging ayam terus merangkak naik. Biasanya satu kilo harganya Rp 29 ribu, sekarang naik menjadi Rp 35 ribu, ” ujar penjual daging ayam di pasar Sukodadi, Kholifah, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (24/1/2018).
Kenaikan harga daging ayam tersebut justru dikeluhkan Kholifah. Karena berdampak pada sepinya pembeli. Jika biasanya sehari bisa menjual 40-50 ekor, sejak harga naik hanya bisa menjual sekira 20 ekor ayam.
“Penjualan turun sampai 50 persen,” keluhnya.
Menurut pemasok daging ayam asal Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Tabri, naiknya harga ayam karena pasokan dari peternak berkurang. Faktornya cuaca buruk sehingga menjadikan banyak ayam yang mati.
“Ayam pedaging itu rentan sakit dan stress. Akibat buruknya cuaca banyak ayam yang mati. Hal itu menjadikan pasokan ayam dipasaran berkurang dan berdampak pada naiknya harga daging ayam,” ungkap Tabri.
Tabri yang selama ini mendapat pasokan ayam dari luar Lamongan tersebut mengaku pasokan yang diterima setiap hari berkurang hingga 30 persen. Bahkan tak sedikit ayam yang dikirim mati dikandang akibat buruknya cuaca selama diperjalanan.
“Semoga kondisi cepat normal kembali,” harap Tabri.(tok)