Minim Penerangan, Dua Kapal Nelayan Tabrakan

perbaiki perahu

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Dua kapal diduga milik nelayan Desa Palang mengalami tabrakan di pintu keluar masuk tambat labuh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Diduga kecelakaan di dekat stasiun pipa minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu ini, akibat minimnya lampu penerangan di ujung Utara tambat labuh TPI.

“Sejak tahun 2011-2012 sampai 2017 sudah enam kali terjadi tabrakan,” ujar perwakilan nelayan Palang, Zainul, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di TPI Palang, Rabu (24/1/2018).

Dua kapal yang tabrakan tersebut milik Suprat (45), dan Jonet (43) yang berukuran di atas 20 Gt. Untuk kecelakaannya sendiri terjadi sekitar pukul 02:00 dini hari.

Nahkoda maupun Anak Buah Kapal (ABK) kedua kapal tak mengira akan terjadi tabrakan. Minimnya lampu penerangan membuat kapal Suprat yang mau masuk, dan kapal Jonet yang mau keluar memperlambat laju kapalnya.

“Jika kecepatan penuh pasti sudah tenggelam keduanya,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, lambung depan sebelah kiri pecah dan kapal satunya bagian depannya juga rusak berat. Biaya perbaikan sampai kembali normal minimal Rp4-5 juta per kapal.

Baca Juga :   Jalan Poros Gayam Dipasangi Drum

Seringnya tabrakan kapal, sebenarnya sudah dilaporkan ke petugas TPI Palang. Entah bagaimana prosesnya, di tahun ketujuh Kepemimpinan Huda-Noor tak ada penambahan penerangan. Ditambah akses jalan tambat labuh belum diperbaiki.

“Penerangan dan perbaikan bahu jalan yang nelayan butuhkan,” terang pria yang ikut demo nelayan di Senayan Jakarta waktu lalu.

Dikonfrontir terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Tuban, Amenan, belum merespon pesan singkat yang dikirimkan suarabanyuurip.com sejak pukul 10:04 WIB. 

Sementara itu, Juru bicara Pemkab atau Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, juga belum merespon keluhan nelayan cantrang Palang. Mantan Camat Jenu ini justru mempersilahkan mengunggah kondisi faktual tersebut ke media.

“Silahkan sekiranya diunggah kondisi faktual tersebut sehingga lebih cepat mendapat respon yang terkait,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *