Pokmas Minta Dua Tahun Lagi

Lokasi TBR ditutup

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Tiung Biru (TBR) yang tergabung dalam kelompok masyarakat (Pokmas) pengelola road tank minyak TBR minta waktu selama dua tahun lagi kepada Pertmina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 untuk menutup tiga sumur migas TBR A, B dan C yang terletak di wilayah Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pengurus Pokmas Desa Kalisumber, Juari, minta waktu selama dua tahun Pertamina EP baru menutup sumur TBR. Tujuannya biar semua tenaga kerja (Naker) lokal yang terlibat selama ini ada persiapan untuk mencari pekerjaan yang baru, dan angsuran armada tanki yang selama ini digunakan mengangkut minyak juga sudh lunas semua angsurannya.

“Ditutup tidak apa-apa, tapi kami minta waktu dua tahun lagi penutupan baru dilakukan untuk membayar angsuran armada kami,” kata Juari, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (25/1/2018).

Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Kalisumber ini mengaku, hingga saat ini pihak Pertamina EP belum pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat ke desa sekitar TBR terkit dengan penutupan sumur TBR.

Baca Juga :   SKK Migas Jabamanusa Kunjungi Blora

“Tidak ada sosialisasi. Kalau sudah seperti ini kami gak mau bertemu dengan pihak Pertamina EP yang gak bisa ambil kebijakan. Jadi percuma juga bertemu. Intinya kami minta waktu dua tahun lagi, baru Pertamina EP silahkan menutup sumur,” tandasnya.

Sementara Camat Tambakrejo, Sukemi, masih bungkam ketika dikonfirmasi terkait hal penutupan sumur TBR, dan gejolak warga sekitar. Pesan pendek yang dikirimkan melalui WhatsApp dibaca namun hingga berita ini diturunkan belum dijawab.

Diberitakan sebelumnya, General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto, mengatakan, kalau pertimbangan bisnis makro untuk Pertamina secara korporasi untuk pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru atau kita kenal sebagai project J-TB, maka penutupan sumur TBR yang dioperasikan Pertamina EP tetap akan kita laksanakan dalam waktu dekat.

“Khususnya setelah proses sosialisasi dan evaluasi kami anggap sudah memenuhi ketentuan,” kata Agus Amperiyanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/1/2018).

Daerah, dalam hal ini Bojonegoro, Jawa Timur, justru akan mengalami kerugian masa menikmati investasi Pertamina tersebut di masa mendatang nantinya, karena potensi reserve / cadangan gas-nya akan berkurang significant, apabila sumur TBR minyak yang diproduksikan sejak 2013 tersebut tidak segera ditutup.

Baca Juga :   Petrochina Bakal Tinggalkan Blok Tuban

“Jadi, kita mitigasi pada ketiganya yaitu investasi bisnis pertamina jangka panjang, keuntungan pada daerah dimana sumur penghasil berada pada geografis tersebut, dan manajemen reservoir jangka panjang pada project J-TB / PEPC,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *