SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban - Melalui pengamatan langsung, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda membuktikan kalau ikan kecil-kecil yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang sekitar stasiun pipa minyak Banyuurip menuju FSO Gagak Rimang bukan korban jaring Cantrang.
Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bupati ini untuk menepis wacana krusial, jika penggunaan jaring cantrang atau dikenal payang merusak lingkungan.
“Ikan kecil-kecil itu pembawaan dari laut, bukan gara-gara cantrang,†ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, kepadasuarabanyuurip.com, ketika ditemui di TPI Desa Palang, Kecamatan Palang, Senin (29/1/2018).
Kepastian tersebut diperoleh Bupati kelahiran Montong, itu dari dialog dengan nelayan. Kkan yang ditangkap nelayan lokal jenisnya kecil, sehingga bukan karena jaring. Temuan ini bakal menjadi dasar kalau payang tidak menghabisi ikan kecil.
Catatan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Tuban, Amenan, di wilayahnya ada seratus lebih nelayan cantrang yang terpusat di Desa Palang, Kecamatan Palang. Sedangkan 40 nelayan lainnya ada di Kecamatan Bancar.Â
Menurut dia, pada dasarnya nelayan cantrang bisa beralih ke alat yang diperbolehkan, dengan merubah sedikit posisi kemudi kapal dan mesin. Dengan demikian, alat jaringnya mengikuti yang dibolehkan.Â
“Karena kebiasaan baik menyangkut operasionalnya seharusnya mulai beralih,†sergahnya.Â
Pemkab Tuban telah mengucurkan anggaran Rp900 juta untuk meningkatkan kualitas TPI Palang pada tahun 2017 lalu. Saat ini kapal langsung bisa sandar ke tepi TPI, dan memudahkan bongkar muat ikan.Â
Selama dua tahun terakhir produksi ikan di Kabupaten Tuban luar biasa. Dari target sebesar 3.572,46 ton pada tahun 2016, terealisasi 49.408,46 ton. Sedangkan di tahun 2017 produksi ikan juga di atas target 48.306,29 ton. (aim)