2019, Proyeksi DBH Migas Bojonegoro Turun

I Nyoman Sudana

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Penerimaan Dana Bagi (DBH) Migas Bojonegoro, Jawa Timur, pada tahun 2019 diproyeksikan menurun dibanding tahun 2018. Jika tahun ini target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dipatok sebesar Rp3,4 triliun, untuk tahun depan hanya ditarget Rp3,2 triliun.

“Tahun 2019 kita tidak berani memasang target,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur , I Nyoman Sudana, Senin (29/1/2018) kemarim. 

Saat ini, pihaknya meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat rencana anggaran tahun 2019.  Usulan-usulan anggaran oleh OPD ini belum tentu direalisasikan melalui APBD. Tapi harus masuk menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 

“Jika tidak, akan jadi anggaran siluman,” tegas Nyoman. 

Dengan RKPD diharapkan tidak ada efisiensi anggaran seperti yang terjadi pada tahun 2017 akibat penurunan pendapatan dari DBH Migas yang awalnya dipasang Rp1 Triliun hanya terealisai Rp700 Miliar saja. 

“Kita juga harus hitung piutang lebih salur migas,” tandasnya. 

Sementara, etimasi DBH Migas pada 2018 sebesar Rp990 Miliar. Jumlah tersebut sudah dipotong hutang lebih salur migas tahun 2015. 

Baca Juga :   Lampaui Target Produksi, Pertamina EP Field Cepu Donor Darah

Hutang lebih salur migas tersebut rinciannya adalah sebesar Rp490 Miliar yang dibayarkan selama dua tahun yakni tahun 2018 dan 2019 sejumlah Rp245 Miliar. 

“Tahun 2020 setelah hutang lunas, diharapkan tidak ada lebih salur lagi sehingga pendapatan dari migas bisa utuh,” imbuhnya. 

Hingga saat ini pendapatan terbesar Bojonegoro masih bergantung dari DBH Migas.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *