SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap, tahun 2018 ini semua desa di Bojonegoro sudah teraliri listrik sesuai target Pemerintah Daerah (Pemkab) Bojonegoro.
“Kami berharap di tahun 2018 sudah tidak ada desa yang belum teraliri listrik,” kata Ketua Komisi D, M Fauzan, kepada Suarabanyuuurip.com, Selasa (30/1/2018).
Dari pantauan Komisi D, belum adanya listrik di beberapa wilayah di Bojonegoro dikarenakan akses jalan yang sulit dan berada di tengah hutan.
“Inilah yang menjadi salah satu kendala infrastruktur jaringan listrik,” imbuhnya.
Diharapkan, penerimaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik masyarakat, meski pihaknya juga mendorong eksekutif setiap tahun menganggarkan untuk program jaringan listrik desa didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Karena tidak ada listrik, sebagian besar menggunakan penerangan dari tenaga aki dan lentera,” tandasnya.
Dari data yang didapat, sebanyak 32 desa dari 419 desa, dan 11 kelurahan di 28 kecamatan, belum teraliri listrik. Salah satunya Desa Tinawun, Kecamatan Malo, dan Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. Padahal, sudah ada tiang listrik yang berdiri pada 2016 lalu.(rien)