Groundbreaking Lapter Ngloram Dilaksanakan Maret

Lapter ngloram

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bakal dilaksanakan pada semesterpertama tahun 2018 ini.

“Akan dilakukan bulan Maret,” kata Kepala Bidang Fisik dan Prasrasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/1/2018). 

Baca Juga :

Lapter Ngloram Siap Diaktifkan

Landasannya Samai Bandara Ahmad Yani Semarang

Pengaktifan Lapter Ngloram Butuh Rp164 Miliar

Dirjen Migas Dukung Reaktivasi Lapter Ngloram

Reaktivasi Lapter Ngloram Terganjal Anggaran

Dia mengungkapkan, sebenarnya jadwal peletakan batu pertama Lapter Ngloram ini berbeda dengan proposal Kementerian Perhubungan.

“Justru dalam peresmiannya itu pada Maret 2018,” jelas Djati. 

Dalam pekerjaan awal ini telah dipersiapkan anggaran sebesar Rp5 milyar yang digunakan juga untuk overlay (Perbaikan landasan). Sehingga kemungkinan besar ground breaking akan dilaksanakan bersamaan dengan overlay.

“Selanjutnya dilakukan pemagaran serta tahapan lainnya. Seperti pembebasan lahan yang akan dilaksanakan Pemkab Blora,” ungkapnya. 

Secara bertahap lahan yang dibutuhkan akan segera direalisasikan. Hingga panjang landasan mencapai 2.500 meter untuk jenis pesawat jet, atau air bus.

Baca Juga :   Sosialisasikan Amdal Unitisasi Jambaran-TBR-Cendana

“Secara bertahap nanti lahan akan terpenuhi, mulai dari 900 seperti sekarang ini, kemudian dimabah menjadi 1.200 meter, kemudian menjadi 1.800 meter, dan terakhir 2.500 meter,” ungkapnya. 

Setelah lahan untuk kebutuhan landasan dibebaskan Pemkab Blora akan dihibahkan kepada pemerintah pusat.

“Namun tetap ada MoU untuk kerjasama pengeloaan bandara,” tegas Djati. 

Untuk diketahui, Pemkab Blora sebelumnya telah beberapa kali diundang oleh Kementerian Perhubungan maupun Kementerian ESDM untuk membahas pengalihan aset Bandara Ngloram. Jika pengalihan aset telah selesai, tahapan pengaktifan bandara bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Yakni ke tahapan perencanaan pembangunan fisik bandara. 

Bandara tersebut sempat menjadi primadona bagi kalangan pelaku pertambangan minyak dan gas (migas) yang hendak menimba ilmu di Akamigas STEM Cepu maupun mengembangkan usaha pertambangan migas di wilayah Blora dan sekitarnya di era 1980an. Hanya saja bandara tersebut tidak difungsikan lagi selepas tahun 1984. 

Pemkab Blora dengan dukungan Pemprov Jateng menghendaki bandara tersebut diaktifkan lagi dengan tujuan antara lain untuk menunjang mobilitas seiring menggeliatnya pertambangan migas di wilayah Blok Cepu. 

Baca Juga :   PT. Tripatra Dukung Program E-career

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung di Blora belum lama ini menyatakan, berkat adanya pertambangan migas di Blora, pertumbuhan ekonomi Blora melejit, bahkan tertinggi dibanding kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. 

“Pertumbuhan ekonomi Blora itu nomor satu. Presiden sendiri yang mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja di Jakarta belum lama ini,” katanya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *