JOB P-PEJ Beri Program Mengajar di Campurejo

job ppej cerdaskan anak bangsa

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sistem kurikulum baru yang diterapkan pemerintah untuk bahan ajar di sekolah lebih mengedepankan pada pendidikan karakter anak didik. Pembelajaran yang bukan hanya peningkatan nilai akademik, namun juga menguatkan pada pendidikan karakter. Sehingga model pembelajaran yang diterapkan lebih beragam. Bukan hanya di dalam kelas.

Salah satu diantaranya dengan mendatangkan pengajar dari luar sekolah. Fungsinya agar anak didik lebih banyak menguasai berbagai macam pelajaran diluar akademik. Hal itu juga yang dilakukan operator minyak dan gas bumi (migas) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

JOB P-PEJ Mengajar merupakan program operator pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) WK Blok Tuban Lapangan Sukowati kepada anak-anak Sekolah Dasar. Mereka diperkenalkan dengan proses pengeboran minyak hingga menjadi bahan bakar, para pekerja yang terlibat di dalam pengeboran, juga pengenalan untuk cinta lingkungan. Program JOB P-PEJ Mengajar tahun ini bersamaan dengan peringatan hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Juga :   PEPC Mengadakan Kelas Mengajar di SMKN 5 Bojonegoro

Supervisor Health, Safety, Environment (HSE) JOB P-PEJ, Yulia Retno Setyowati, mengatakan, JOB P-PEJ Mengajar yang dilakukan di SD Negeri II Campurejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini salah satu tujuannya agar anak didik bisa mengenal lebih dekat bagaimana proses pengelolaan migas dan mengetahui banyak profesi untuk menggantungkan cita-citanya yang lebih tinggi.

“Jadi lebih banyak berbagi pengalaman dengan mereka (anak-anak). Membaur jadi satu dalam sebuah permainan,” ujarnya.

JOB P-PEJ Mengajar bukan kali pertama dilakukan, sebelumnya juga pernah di lakukan di SDN Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebelum melakukan pengajaran di kelas, beberapa pegawai  JOB P-PEJ mengajak siswa bermain untuk melatih kekompakan, kerja sama dan strategi.

“Karena semua itu nanti bisa diterapkan di dunia kerja,” pungkasnya.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Campurejo, Endang Wahyuni, mengungkapkan, sejak awal SDN Campurejo II menjadi sekolah percontohan dalam pelaksanaan kurikulum K13. Model kurikulum yang diterapkan kepada anak didik lebih menguatkan pada pendidikan akhlaq atau membentuk karakter yang baik terhadap anak.

Baca Juga :   Kemenag Bojonegoro Lantik 5 Pejabat Pengawas, Fungsional dan Pelaksana

“Jika karakter anak ini sudah baik, nilai akademik juga akan mengikuti,” jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, program JOB P-PEJ Mengajar ini sangat cocok jika diterapkan di sekolah. Dia berharap, program mengajar yang dilakukan operator migas di wilayahnya itu bisa berlanjut. “Kami berharap JOB PPEJ Mengajar ini bisa terus berlanjut. Apalagi kalau misalnya anak-anak nanti diajak ke lapangan. Sehingga bisa tahu secara langsung proses pengeboran itu bagaimana,” jelasnya.

Pendidikan aklak  yang diajarkan kepada anak didik di SDN Campurejo ini, kata Endang, salah satunya melalui seni musik. Beberapa kali, kelompok musik drum band yang dimiliki SDN 2 Campurejo  memenangi perlombaan maupun menghasilkan karya sendiri. Seperti misal mars sekolah.

Di bidang akademik, SDN Campurejo 2 juga memperoleh nilai tertinggi UNBK tahun 2017 ditingkat Kecamatan. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten berada di urutan ketiga dengan nilai 276,40.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *