Mbah Jaenah Bertahan Hidup di Gubuk Reot

Mbah jaenah tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Potret kehidupan Mbah Jaenah (81) di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak di bawah gubuk reot berukuran 5×3 meter sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Tak salah jika Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di tahun 2017 tingkat kemiskinannya menduduki rangking 5 tertinggi se-Jawa Timur.

“Saya tinggal disini seorang diri, kalau untuk makan sehari-hari dikasih tetangga,” ujar Mbah Jaenah, kepada suarabanyuurip.com dengan menggunakan bahasa jawa, Selasa (06/2/2018).

Nenek lanjut usia itu kini sudah tidak mampu melihat lagi. Gubuk reot dari anyaman bambu dan kondisinya sudah rusak disana-sini, menjadi harta terakhir yang dimilikinya.

Lebih tragisnya lagi, Mbah Jaenah harus tinggal menyatu antara tempat tidur dan tempat mandi. Sedangkan, untuk makan nenek yang pendengarannya sudah terganggu tersebut mengandalkan belas kasihan para tetangganya.

Terpisah, salah satu perangkat Desa Tlogowaru, Rusdi, menjelaskan, dulunya Mbah Jaenah tinggal bersama anak semata wayangnya. Entah karena apa, beberapa tahun yang lalu sang anak menjual rumah beserta tanah dan meninggalkan nenek Jaenah seorang diri.

Baca Juga :   Minta Masyarakat Waspada Puting Beliung

”Sebenarnya Mbah Jaenah ini mempunyai satu orang anak,” sergahnya.

Sejak ditinggal anaknya itu, warga yang iba terhadap nasib nenek Jaenah membuatkan tempat seadanya. Selain itu, memberi makanan seadanya untuk menopang hidup nenek malang itu.

Untuk diketahui, jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2,4 Triliun lebih di tahun 2017, ternyata tak mampu dioptimalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk menurunkan kemiskinan.

Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, prosentase kemiskinan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) hanya turun 0,47% dari 17,14% di tahun 2016 atau nomor urut lima dari bawah se-Jatim. Sekarang kemiskinan Tuban tinggal 16,87%.

Kasi Statistik Sosial BPS Tuban, Eni Astutik, membenarkan kalau kemiskinan di Bumi Wali berada di urutan lima terbawah dari 38 Kabupaten/kota se-Jatim. Sekalipun Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 Rp2 juta lebih, tapi tak berarti diikuti penurunan angka kemiskinan.

“Ada 2.000 jiwa yang terlepas kemiskinan,” sambung perempuan asal Kecamatan Soko.

Pada tahun 2016 lalu, jumlah warga Tuban yang miskin mencapai 198.350 jiwa dari 1,3 jiwa penduduk Tuban. Adanya tren turun sebesar 0,47%, sekarang warga miskin di Bumi Wali masih196.100 jiwa.(Aim)

Baca Juga :   KAI Perbaiki Bantalan Rel

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *