SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Anggaran perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tergolong minim. Dari anggaran perbaikan Rp680 miliar setiap tahunnya, hanya terealisasi Rp120 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Blora 2017 lalu.Â
Data di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, dari panjang jalan di Blora 1.240 kilometer (km), terdapat 340 km jalan yang mengalamai kerusakan parah dan lebih dari 200 km mengalamai kerusakan ringan.Â
“Jadi kalau ada orang ngomong ada jalan rusak di Blora saya tidak kaget,” ujar Kepala DPUPR Blora, Samgautama Karnajaya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (7/2/2018).
Meski hampir separuh jalan di Blora mengalami kerusakan, menurut dia, untuk anggaran perbaikan jalan masih sangat minim. Jika dihitung, lanjut Samgautama, untuk perbaikan jalan satu kilometer memerlukan anggran Rp2 milyar.Â
“Jadi, total anggaran keseluruhan untuk memperbaiki jalan membutuhkan Rp680 milyar setiap tahun,” jelasnya.
Akan tetapi, kata dia, dalam realisasi APBD Blora setiap tahun masih jauh dari harapan. Selama ini, setiap tahun perbaikan jalan hanya dianggarkan Rp120 miliar dari anggaran kabupaten dan provinsi.Â
“Begitu juga tahun ini hanya ada anggaran Rp90 milyar dari APBD Blora,” ujarnya.
Sampai saat ini bantuan keuangan dari provinsi untuk perbaikan jalan juga belum ada realisasi. Jika anggaran itu digabung dengan bantuan provinsi, kata dia, kemungkinan tahun ini juga masih sama dengan anggaran tahun-tahun sebelumnya.
Karena masih minimnya anggaran, menurut Samgautams, perbaikan hanya bisa dilakukan secara bertahap. Sementara setiap perbaikan hanya bisa bertahan selama 5 tahun. Â “Kalau semua jalan bisa bertahan sampai lima tahun semua jalan Blora bisa baik,” ujarnya.Â
Namun dari pantauan suarabanyuurip.com di lapangan, selama ini banyak perbaikan jalan yang belum mencapai lima tahun sudah mengalami kerusakan. (ams)