Pak Mul Itu Orangnya Bisa Ngemong

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Jawa Timur, Soehadi Moeljono, memiliki arti tersendiri di kalangan kepala desa. Selain mampu melaksanakan program pemerintah daerah, juga responsif terhadap permasalahan di pemerintah desa.

“Pak Sekda selalu memberi pembinaan kepada aparatur di tingat bawah seperti pemerintah desa,” kata Kepala Desa Temu, Kecamatan Kanor, Sentot Pranoto, Kamis (8/2/2018). 

Selama ini, Pak Mul-sapaan akrab Soehadi Moeljono, juga dinilai mampu menjalankan perannya dalam mensinergikan dan mendorong kebijakan pembangunan kepala daerah dari Bupati sehingga roda pemerintahan berjalan sesuai harapan. 

“Misalnya terkait administrasi desa, baik pengawasan maupun pembinaannya bagus, sangat teliti,” ungkap Sentot. 

Begitu juga dalam membagi proyek-proyek desa dari alokasi anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dilaksanakan secara adil dan merata. Sehingga dalam melaksanakan pembangunan desa bisa terarah dengan baik. 

“Hampir tidak ada masalah dalam mengelola anggaran ADD maupun DD. Karena, baik administrasi dan pelaksanaan di bawah kendali Sekda. Kami dihimbau untuk menggunakan anggaran itu tepat sasaran,” tandasnya. 

Baca Juga :   TA Kemendes PDTT di Bojonegoro Bentuk Relawan Pokja Pendataan SDGs Desa

Pria yang sekarang ini mencalonkan sebagai Bupati Bojonegoro, itu dinilai sangat responsif terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah desa. Sebelum permasalahan sampai pada Bupati, biasanya kepala desa mengkonsultasikannya dulu ke Sekda. 

Seperti masalah bencana banjir yang melanda wilayah Desa Temu setiap tahun. Sekda dianggap berperan serta dalam mengawal proses perubahan kondisi desa yang terpuruk akibat banjir yang melanda. 

“Banyak masukan dari Sekda untuk desa, seperti meninggikan jalan, membuat tanggul, dan lain sebagainya,” imbuhnya. 

Menurutnya, Sekda telah membantu Pemerintah Desa Temu dalam menyukseskan seluruh program kerja yang telah disusun. Selama ini, tidak sulit dalam melakukan komunikasi baik terkait rencana kegiatan maupun langkah-langkah yang harus diambil. 

“Pak Sekda itu orangnya bisa ngemong, semua masalah bisa terselesaikan dengan baik dengan solusi-solusi yang diberikan,” pungkasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kaur Pembangunan (Bayan) Desa Karangdoyo, Kecamatan Baureno, Supari, menilai, meski orang nomor tiga di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sekda sudah menguasai semua permasalahan di daerah.

Bahkan, Sekda orang pertama yang mengetahui sebuah permasalahan di dalam birokrasi sebelum Bupati. Sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya) dalam melakukan pembinaan serta koordinasi, Sekda sudah melakukan yang terbaik. 

Baca Juga :   Wabup Bojonegoro Minta Seluruh Camat Data Kerusakan Jalan Nasional Jelang Mudik Lebaran

Permasalahan yang biasanya terjadi di Desa Karangdoyo, menurut Pari, sapaan akrabnya, adalah di sektor pertanian. Seperti, tidak meratanya pendistribusian pupuk, harga pupuk mahal, dan lain sebagainya.

“Kalau kita koordinasikan dengan Sekda, langsung ada tindak lanjut,” tandasnya. 

Cabup Soehadi Moeljono menegaskan apa yang dilakukan selama ini adalah untuk meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, terbuka, akuntabel, dan professional. Sehingga dapat mewujudkan  tata pemerintahan yang sinerji.

“Kita sudah menyiapkan program untuk meningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui integrasi proses pembangunan daerah mulai perencanaan pembangunan, penganggaran APBD berbasis platform yang mudah di akses dan diikuti oleh masyarakat,” tegas cabup yang berpasangan dengan kader NU, Mitroatin itu.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *