Setahun Tiga Kali Longsor

Tanah longsor tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Untuk ketiga kalinya sejak 2017, tepian Sungai Bengawan Solo di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali longsor. Titik longsor yang hanya berjarak dua meter dari rumah warga itu, telah disurvei langsung oleh tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

“Titik longsor ada di Kebomlati,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui telepon genggamnya, Jumat (9/2/2018).

Joko menjelaskan, sekarang timnya sedang menunggu hasil analisis dari tim BBWS. Apabila peralatan perbaikan tersedia di BBWS kantor Babat tentu akan cepat ditangani. Sebaliknya apabila tidak, BPBD akan membantu dengan peralatan seadanya seperti bronjong, dan alat penanganan darurat sementara.

“Pada prinsipnya masih kewenangan BBWS Bengawan Solo,” terangnya.

Perlu diketahui, Desa Kebomlati merupakan desa yang ada di dalam tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Tanpa ada longsor pun, sebenarnya wilayah tersebut memiliki resiko bencana dan berdampak pada masyarakat.

Baca Juga :   Separuh Wilayah BKPH Kerek Berpotensi Konflik

Diharapkan analisis BBWS nanti secara teknis dapat ditindaklanjuti. Mengingat sudah tiga kali longsor di titik yang sama dalam setahun terakhir. Diyakini pula, BBWS akan bertindak cepat manakala longsor tersebut berbahaya bagi warga sekitar.

“Kalau BBWS belum bertindak cepat saya rasa aman-aman saja,” tegasnya.

Sekalipun longsor, warga sekitar masih beraktivitas seperti biasa. Warga hanya berharap, longsor tersebut segera tertangani supaya lingkungan sekitar aman.

“Was-was kalau ada longsor susulan,” pungkas Kasmuri saat melilntasi titik longsor.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *