Bantuan Kemendes Tak Sesuai Masterplan

bantuan kemendes

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertingal Dan Trasmigrasi (Kemendes PDT) di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak sesuai dengan master plan yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Bantuan yang dijanjikan sebesar Rp1 Milyar untuk pengembangan wana wisata migas Kedungpupur, hanya berwujud satu bangunan gedung pertemuan, satu unit toilet dan dua unit gazebo.

Padahal, dalam pengajuan Pemkab Blora kepada Kemendes PDT, dana sebesar itu direncanakan untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang wisata. Diantaranya, pembangunan gerbang masuk, main hall yang di dalamnya termasuk tugu migas, lokasi wana wisata yang di dalamnya terdapat sentra kuliner dan beberapa fasilitas permainan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono, hasil pembangunan di Kedungpupur kurang pas dan tidak sesuai dengan perencanaan awal. 

Dia menjelaskan, anggaran Rp1 miliar itu, pihaknya diminta untuk menyesuaikan lantaran anggaran tidak mencukupi. Setelah diubah ternyata hasilnya juga tidak sesuai dengan harapan.

Baca Juga :   Tuban Masih Lestarikan Siraman Waranggana

“Dengan hasil sekarang ini saya tidak harus ngomong sendiri. Kalau dengan uang segitu pasti sudah tahu kalau itu tidak sesuai,” ujarnya.

Menurut Djati, orang awam-pun bisa menilai hasil bangunan tersebut jika melihatnya sendiri. Pemkab , kata dia, tidak tahu menahu dengan bangunan yang telah selesai itu, lantaran pihak pemkab hanya sebagai penerima manfaat.

Kalau ada pemeriksaan, lanjut dia, pihaknya mengaku hanya hanya bisa mengatakan jika bangunan itu dikerjakan oleh kontraktor dari Semarang sebagai pemenang tender.

Dirinya menduga, tidak sesuainya bangunan tersebut lantaran adanya ketidaktepatan dalam penunjukan konsultan.

“Seharusnya yang datang ini adalah konsultan yang membidangi ahli pariwisata. Tapi yang datang malah ahli bangunan. Sehingga hasilnya seperti saat ini,” terangnya.

Sementara,  Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Kunto Aji tidak banyak berkomentar ketika ditanya terakit hasil pembangunan bantuan Kemendes PDT. Menurutnya Blora hanya sebagai penerima manfaat saja.

“Setelah ini tetap akan kami evaluasi lagi,” ujarnya. (ams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *