EMCL Beri Pelatihan 462 Guru

emcl beri pelatihan guru

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan minyak dan gas bumi (Migas), Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Indonesia Herritage Foundation (IHF) menyelenggarakan pelatihan Pendidikan Karakter bagi 150 guru di  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu (18/2/2018).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Semai Benih (SBB) yang digagas pakar pendidikan nasional, Ratnamegawangi. “Kegiatan kita bagi dalam tiga hari, setiap hari 50 peserta,” ungkap perwakilan IHf di Bojonegoro, Arfida.

Perempuan yang biasa disapa Fida ini menuturkan, bahwa pelatihan ini penting untuk terus dilakukan. Para guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendampingan ini harus mendapat pelatihan penyegaran.

“Para guru perwakilan sekolah di empat Kecamatan, yaitu Gayam, Kalitidu, Ngasem, dan Dander,” tuturnya.

Fida menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah penyegaran kembali beberapa materi Pelatihan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) yang sebelumnya telah diterima peserta saat pelatihan yang pertama sejak tahun 2007. Materi-materi tersebut antara lain adalah Tehnik Pengaliran Pilar Karakter, Komunikasi Efektif dan Aplikasi Pembelajaran Ramah Otak di kegiatan Membaca Menulis dan Berhitung.

Baca Juga :   200 Pelajar Bojonegoro Ikuti Kemah Karakter Pemuda

“Materi-materi tersebut disampaikan oleh para trainer dari IHF yang sekaligus bertugas menjadi pendamping program SBB di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Jawa Timur, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan EMCL Galih Tiara mengatakan, bahwa Program Kemasyarakatan Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas dan didukung oleh PEPC dan BKS ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan kontribusi positif di masyarakat.

“Program ini kami harapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,’’ungkapnya.

Sejak tahun 2007 EMCL bekerjasama dengan IHF telah membina 462 guru dari 90 sekolah setingkat TK dan PAUD di Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Tuban untuk menerapkan metode Pendidikan Holistik Berbasis Karakter  dilingkungan sekolahnya.

“Tujuan utama dari penerapan metode ini adalah untuk menciptakan anak-anak yang memiliki karakter yang baik dan unggul di masa yang akan datang,” kata Galih.

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan kemampuan guru dalam menerapkan metode ini dilaksanakan program pendampingan dan pemberdayaan SBB di Bojonegoro, Tuban, dan Blora. Di masing-masing kabupaten ditempatkan koordinator lapangan dari IHF. Mereka membina para guru di lapangan secara rutin dan intensif.(rien)

Baca Juga :   Siswa Wajib Ikuti UN

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *