SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bisnis sumur minyak tua di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih dianggap menarik untuk digeluti. Harga minyak yang cukup tinggi berpengaruh pada naiknya ongkos angkat angkut yang diterima penambang.Â
“Bisnis UMKM ini masih sangat bagus dan tidak bisa diremehkan,” kata Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), Christian Pasetya, Senin (19/2/2018).
Bisnis itu dikatakan UMKM jika kapasitas kreditnya mencapai Rp500 juta. Dari sektor itu, kata Christian, penambang bisa memperoleh kentungan lumayan, dan penyerapan tenaga kerja juga bagus.Â
“Dari sisi ekonomi berdampak langsung kepada masyarakat,” terangnya.Â
Untuk diketahui, tarif angkat dan angkut minyak mentah sumur minyak tua yang dibayarkan kepada KUD dan BUMD pada bulan Februari 2018 ini sebesar Rp3.576,31 per liter.Â
“Tarif bulan ini naik sebesar Rp252,65 dibanding tarif bulan sebelumnya,” terang Christian. (ams)