SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menginstruksikan kepada jajarannya agar tetap masuk kerja pada hari libur Sabtu – Minggu (24-25/2/2018) besok, untuk siaga menghadapi banjir luapan Sungai Bengawan Solo dan banjir bandang. Sekarang ini banjir Bojonegoro pada posisi tertinggi yakni 15.50 peilschal masuk siaga tiga atau siaga merah.
 “Itu artinya bagi wilayah kota akan terkena banjir dan menuju wilayah Bojonegoro ke timur akan semakin besar,” kata Suyoto, Jumat (23/2/2018).
Saat ini, pihaknya telah mengaktifkan Gedung Serbaguna untuk lokasi pengungsian, menyiagakan tenaga kesehatan, dan bersama TNI-Polri telah menyiapkan tenda-tenda pengungsian dan kendaraan untuk mengangkut para pengungsi.
Bupati juga telah menginstruksikan kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan kepala bagian (kabag) untuk tidak meninggalkan wilayah Bojonegoro selama siaga banjir.
“Saya telah meminta semua OPD melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing mempersiapkan peralatan dan kebutuhan untuk ikut menangani banjir,” tegas bupati dua periode yang akrab disapa Kang Yoto itu.
Data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, ketinggian air di Taman Bengawan Solo (TBS) masih merangkak naik mencapai 14,90 meter (siaga II-kuning) pada Jumat pukul pukul 14.00 WIB. Ketinggian air di TBS masih mengalami kenaikan hingga tepat pukul 17.00 Wib di angka 15.02 atau masuk siaga III-merah.
Terus meningkatnya debit air Bengawan Solo ini disebabkan pada waktu bersamaan ketinggian air di Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi masih siaga III-merah dengan ketinggian 7,95 meter. Ketinggian ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 8,30 meter.
Sementara di hilir Babat, Laren, Karanggeneng dan Kuro, semuanya di Lamongan, masing-masing 7,86 meter (II-kuning), 5,28 meter (II-kuning), 4,12 meter (II-kuning) dan 2,00 meter (I-hijau).
Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, banjir luapan Bengawan Solo mulai merendam 48 Desa di 11 Kecamatan.Â
“Kita siapkan segala kebutuhan menghadapi banjir,” tegas Plt BPBD Andik Sudjarwo.
Pihaknya meminta agar masyarakat di kawasan kota untuk tenang, dan tidak termakan isue banjir besar seperti tahun 2007 silam.
“Tahun 2007 itu karena doorlat atau tanggul didalam kota jebol, sementara saat ini semua posisi doorlat aman dan pompa ready,” pungkasnya.(rien)