SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditutup sementara bagi pengunjung setelah diterjang banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Jumat (23/2/3018) kemarin.Â
Saat ini air luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu sudah surut. Namun akibat banjir tahunan tersebut meyisakan lumpur di jalan setapak di lokasi kebun maupun area parkir.
“Kasihan pengunjung kalau masih banyak lumpurnya,” kata Tono, salah satu penjaga parkir agrowisata saat membersihkan lumpur, Sabtu (24/2/2018).
Sejak pagi pengelola agrowisata bersama petani belimbing bergotong royong membersihkan lumpur setebal sekitar dua centi meteran.
“Dini hari tadi sekitar pukul satu mulai surut,” sahut Agus pemuda lainnya.
Kemarin kebun belimbing terendam air setinggi 40 an centi meter. Sebagian besar penjual belimbing yang berada di lokasi kebun mengungsikan lapaknya di tempat yang aman.
“Kemarin tingginya sebetis orang dewas,” jelas Tono kembali.
Biasanya kebun belimbing dipadati pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu. Rata-rata jumlah pengunjung sebanyak seribuan. Dengan tarif masuk Rp2.000 ditambah biaya parkir.
Di agrowisata ini pengunjung tidak hanya membeli dan memetik buah belimbing dari pohon, tetapi juga bisa berkeliling di kebun belimbing yang lokasinya di tepian Bengawan Solo. Harga belimbing per kilogaramnya antara Rp5 .000 sampai Rp10.000, tergantung besar kecilnya belimbing.
Data di Pemerintah Desa Ngringinrejo, luas kebun belimbing mencapai 20,4 hektare dengan jumlah 9.000 pohon. Selain di Ngringinrejo, Kebun Belimbing ini juga terdapat di Desa Mojo seluas 20 hektare dengan jumlah sekitar 7.000 pohon.
Tidak jauh dari lokasi kebun belimbing, juga terdapat kebun Jambu Kristal yang terletak di Desa Padang, dan Mori, Kecamatan Trucuk. Kebun jambu tersebut kemarin juga terendam banjir, padahal saat ini memasuki musim panen. (suko)