SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Para pengguna jalan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, arah Semarang ke Surabaya maupun sebaliknya mengaku tak nyaman dengan banyaknya lubang di ruas jalan Nasional. Kerusakan tersebut dirasa menyebabkan lambannya arus kendaraan roda empat, maupun roda dua.
“Jalan lubang itu sangat bahaya khususnya bagi pengguna roda dua,” ujar seorang pengguna jalan asal Widang, Andik, kepada suarabanyuurip.com, setelah melintasi jembatan Kepet, Senin (26/2/2018).
Pemuda yang bekerja disalah satu instansi swasta di Kecamatan Kota ini harus berangkat lebih pagi 30 menit dari biasanya. Jika berangkat dari rumah pukul 06:00 WIB, tiba di Tuban akan terlambat.
Saban hari pulang pergi, Andik melintasi jalan Nasional dari pusat kabupaten sampai perbatasan Tuban-Lamongan. Jalan sepanjang belasan Kilometer (Km) itu rusak parah, dan banyak lubang maut bagian tengah jalan.
“Gara-gara jalur tengah lubang mobil nekat nerabas jalur pinggir,” jelasnya.
Kondisi inilah yang mengancam keselamatan pengguna motor. Jika ingin selamat, tak ada pilihan lain kecuali mengalah. Pengalaman tragis yang dialaminya, nyaris dihantam bus antar kota.
Pengguna jalan lainnya, Haris, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui instansinya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Jangan sampai ada korban jiwa, gara-gara menghindari jalan berlubang dan terlindas truk.
“Pemkab harus tanggap soal ini,” pinta pria asal Kecamatan Rengel itu.
Dikonfrontir terpisah soal kerusakan jalan Nasional di wilayahnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Choliq Qunnasich, maupun Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, belum memberikan penjelasan maupun himbauan kepada pengguna jalan. Panggilan melalui telepon seluler yang dilakukan sejak pukul 16:00 WIB, tak kunjung direspon. (Aim)