Minta Bupati Tuntaskan Pembebasan Lahan Tanggul

Tinjau tanggul tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta Bupati Tuban, Fathul Huda serius menyelesaikan pembebasan lahan untuk proyek tanggul penangkal banjir luapan Sungai Bengawan Solo.

Bertahun-tahun warga di empat kecamatan mulai Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang selalu gelisah ketika musim hujan tiba.

“Kami tak bisa aktivitas kalau banjir datang,” ujar warga Desa Ngadirejo, Lina (30), kepada suarabanyuurip.com, usai menerima bantuan paket Sembako, Selasa (27/2/2018).

Mewakili ibu rumah tangga di wilayah jalur pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban sigap dan tegas soal pembebasan lahan. Jika masih ada beberapa pemilik lahan yang enggan menjual tanahnya, tentu harus dicari strategi lain untuk mensosialisasikan manfaatnya.

Tak hanya itu, saban banjir para petani juga mengeluh karena dipastikan gagal panen. Anak-anak ketika berangkat sekolah tak bisa melintas jalur darat, dan satu-satunya cara harus naik perahu dengan resiko keselamatan tinggi.

“Was-was kalau anak saya pulang pergi sekolah harus naik perahu,” terangnya.

Baca Juga :   Buruh Tani Berharap Program Bedah Rumah dari Mulyo Atine

Merespon keluh kesah warganya, Bupati Tuban, Fathul Huda, mengaku proyek pembangunan tanggul Bengawan Solo masih jalan ditempat. Prosedur terwujudnya tanggul sepanjang 36 Kilometer (KM) pertama harus tersedia tanah, dan Pemkab sudah menyediakan kebutuhannya.

Untuk pembebasan lahan, sangat dibutuhkan dukungan dari masyarakat. Sedangkan pembangunannya urusannya Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo dan Pemerintah Pusat.

“Saat ini masih ada kendala pembebasan lahan,” sergah Bupati dua periode itu.

Selain pembebasan lahan yang masih alot, Bupati kelahiran Kecamatan Montong juga masih ragu apakah Pemerintah Pusat sudah siap dananya atau belum. Selama dua tahun terakhir Pemkab sudah menyiapkan dana, dan terus menjadi SiLPA.

Sekalipun telah merenggut dua nyawa, Bupati Huda menilai banjir di awal 2018 ini masih kecil. Insiden memilukan tersebut diawali sebuah keteledoran orang tua, yang kurang teliti mengawasi buah hatinya.

“Tanggul satu-satunya solusi mengahalau banjir,” tegas Bupati dari empat anak ini.

Untuk mewujudkan tanggul tersebut, dibutuhkan tiga hal yakni keseriusan Pemkab Tuban, partisipasi warga, dan komitmen Pemerintah Pusat. Ketiga hal itu tidak bisa saling menunggu, dan Bupati tak bisa berbuat banyak jika warga tidak menghendaki.

Baca Juga :   PWI Bojonegoro Sosialisasikan Tahapan Konferensi

“Awalnya saya target 3 tahun selesai pembebasan lahan, dan periode kedua ini tanggul jadi,” terang Bupati Tuban.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, juga meminta warga pemilik lahan untuk menyukseskan proyek tanggul. Pembangunan tersebut bukan kepentingan daerah, melainkan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Tuban.

Kedatangan Kapolda Jatim di Tuban kali ini, sebagai wujud keprihatinan bencana banjir yang melanda puluhan desa. Melalui bantuan paket Sembako, diharapkan ekonomi warga sedikit terbantu.

“Semoga bencana ini cepat selesai,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *