20 Tahun Jalan Ngrayung Dibiarkan Rusak

jalan rusak

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Selama 20 tahun lebih, warga Desa Ngrayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tak berhenti berharap akses jalan di desanya segera diperbaiki. Jalan utama sekitar Lapangan Migas Tapen yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Cepu yang menghubungkan antara Kecamatan Singgahan dan Senori, ini terus tergerus luapan Kali Kening yang memiliki hulu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Tinggal separuh badan jalannya,” ujar warga setempat, Sujadi (75), kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di warungnya tepi jalan longsor, Rabu (28/02/2018).

Sebelum Sujadi dan istrinya, Kholisun (62), berdomisili di tepi anak Sungai Bengawan Solo, masih ada tujuh sampai delapan rumah di sebelahnya. Sedangkan di pekarangan belakang rumahnya, masih bisa ditempati tiga rumah. 

Berjalannya waktu, sedikit demi sedikit tepi sungai tergerus dan delapan rumah sebelah kanan rumahnya telah pindah ke tempat aman. Sekarang akses jalan juga tergerus, tinggal separuh dan sangat berbahaya bagi siapa saja yang melintas.

“Inisiatif warga dipasangi beberapa bambu sebagai tanda bahaya,” jelasnya. 

Baca Juga :   Wabup : Jika Terbukti Akan Dicopot Jabatannya

Sejak badan jalan terkikis, aktifitas warga sangat terganggu. Untuk pengguna kendaraan roda dua maupun empat harus bergantian lewat untuk selamat. 

Lebih parahnya saat malam hari, akses jalan yang jaraknya kurang dari 3 Kilometer (Km) dari Lapangan Tapen ini sangat gelap gulita. Penerangan hanya mengandalkan lampu di teras warga. 

“Harus ekstra hati-hati kalau melintas malam hari,” terangnya.

Istrinya Kholisun (62), menambahkan, sekarang rumahnya menjadi yang paling tepi dari sungai. Jika dua rumpun bambu hanyut, maka rumah dialah yang pertama akan dihantam air bah Kali Kening. 

“Di belakang kamar mandi pas sungai,” sergahnya. 

Selama ini pamong desa kerap mengecek ke lokasi. Namun pembangunan itu bukan kewenangan desa. Sebagai warga sipil, Kholisum hanya berharap supaya Pemkab Tuban segera bertindak.

“Uluran tangan Bupati Tuban sangat dinanti warga,” ucapnya.

Seingat Kholisum dulu pernah dibronjong, tapi tak bertahan lama dan longsor kembali. Longsor terparah terjadi sekira dua tahun silam, waktu itu luapan air sungai sempat masuk ke rumah warga. 

Baca Juga :   Amankan 500 Ribu Lebih Pil Karnopen

“Katanya wewenangnya Surabaya karena dulu tanah milik Perhutani,” beber perempuan humanis itu. 

Dikonfirmasi perihal keluh kesah warga Ngrayung, Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, maupun Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tuban, Choliq Qunnasich belum memberikan penjelasan. Pesan yang dikirimkan kepada keduanya sejak pukul 15:55 WIB belum dibaca. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *