SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pada tahun 2017, nilai investasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini didukung oleh masuknya investasi dari perusahaan Rosneft Oil Company asal Rusia, yang bekerjasama dengan Pertamina untuk membangun Kilang Minyak dengan nilai investasi sebesar Rp211.950.000.280.000.
“Dibanding tahun sebelumnya, nilai investasi di 2017 sangat besar,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja Tuban, Tajudin Tebyo, melalui salinan dokumen LKPJ Bupati Tuban 2017 yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (1/3/2018).
Pada tahun 2016, jumlah investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dikarenakan terjadi perlambatan ekonomi global, bahkan di beberapa negara mengalami krisis moneter. Otomatis kondisi ini, juga berdampak pada perekonomian Indonesia dan berpengaruh pada jumlah yang masuk ke daerah.
Sedangkan keseluruhan jumlah investor yang masuk di 2017 mencapai 34 baik PMA maupun PMDN. Untuk investasi PMDN jumlahnya 29, diantaranya PT Varia Usaha Beton investasinya Rp12,9 miliar, Yimmy Stephanoes (perorangan) investasinya Rp14.750.000.000, PT LYNN Property investasinya Rp31 miliar, PT Swadaya Graha Rp120.699.500.000, PT Anugrah Abadi Sejati Rp25.758.100.000, dan PT Industri Kemasan Semen Gresik investasinya mencapai Rp77.045.900.000.
Sementara untuk investasi asing atau PMA ada lima, meliputi PT Xue Fulog Global Indonesia dengan investasi Rp80.601.000.000 untuk industri kapur, PT Hai Xuan Jaya investasinya Rp32.160.000.000 usahanya perdagangan besar ekspor dan impor, PT Yazou Mei Ling investasinya Rp11.000.060.000 usahanya pengembangan perumahan Gedongombo, Semanding, PT Java Energi Saterasna investasinya Rp1.781.000.000.000.
“Investasi asing terakhir Rosneft Rusia,” jelasnya.
Tajudin menjelaskan, jumlah capaian investor di 2017 sebenarnya sudah melampaui target dari 30 investor. Begitupula dengan capaian nilai investasi skala nasional Rp231.854.761.000.000, dari target sebesar Rp9.183.000.000.
Kinerja penanaman modal sebenarnya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi domestik dan eksternal. Perekonomian Indonesia keseluruhan periode 2010-2014 tumbuh cukup tinggi, namun dengan kecenderungan melambat sejak triwulan II/2013. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja penanaman modal di Kabupaten Tuban.
Untuk meningkatkan promosi dan kerja investasi di 2017, Dinas PM PTSP dan Naker Tuban telah melakukan empat program. Mulai Temu usaha PMA, PMDN dan UMKM se-Kabupaten Tuban, hasilnya terjalinnya kerjasama antara PMA/PMDN sebanyak 3 perusahaan dan 50 UMKM di Tuban. Kajian potensi sumber daya yang terkait investasi, dengan hasil 10 dokumen kajian di kecamatan.
Pembuatan video investasi dan peluang investasi, berupa 1 video potensi dan peluang investasi yang telah dibuat. Terakhir penyelenggaraan pameran investasi, sebanyak dua kali di Kabupaten Tuban.(Aim)