Harga Cabai Naik, Diskoperindag Kaget

Harga cabai naik

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Naiknya harga cabai rawit di Pasar Baru Tuban, Jawa Timur, dari semula Rp45 ribu menjadi Rp53 ribu pekan ini, membuat kaget Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat. Kenaikan harga tersebut lebih tinggi, dibanding dengan data rata-rata harga cabai yang dimilikinya.

“Harga kemarin cabai rawit hanya Rp39.500,” ujar Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya, melalui pesan pendek yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (3/3/2018).

Agus, mengakui ada kenaikan harga cabai rawit pada hari Jumat (2/3) kemarin, tapi hanya sedikit. Sedangkan untuk hari ini, harga cabai rawit sama dengan sebelumnya yakni Rp39.500/Kg.

Kenaikan sebesar Rp8 ribu/kg tersebut, dimungkinkan harga konsumen kualitas tertentu. Temuan di lapangan ini, akan dipertimbangkan untuk evaluasi harga sayur di Pasar Baru Tuban ke depannya.

“Kami pertimbangkan infonya untuk evaluasi laporan harga di Pasar Baru,” janji mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban itu.

Kenaikan cabai dibenarkan oleh pedagang sayur di Pasar Baru Tuban, Fathul Muin. Pria asal Desa Panyuran, Kecamatan Palang itu menjelaskan, kalau naiknya harga cabai sudah sepekan ini.

Baca Juga :   Remaja 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Waduk Sidokumpul

“Untuk harga cabai plunter sebelumnya Rp28 ribu naik menjadi Rp32 ribu/Kg,” sergah pria humanis itu.

Selain cabai, bawang merah dan bawang putih juga naik. Untuk harga bawang merah sekarang Rp17 ribu sebelumnya hanya Rp8-12 ribu/Kg. Harga tersebut lebih rendah dari data rata-rata milik Diskoperindag sebesar Rp21.333/Kg.

Sedangkan bawang putih sekarang Rp23 ribu/Kg sebelumnya harga Rp16 ribu/Kg dan sama dengan harga pegangan Diskoperindag Tuban.

“Kami harapkan pemerintah segera menyetabilkan harga,” pinta pria humanis itu.

Pedagang lainnya, Sayem (56) mengaku harga beras juga perlahan turun. Untuk beras cap pring super sekarang Rp12 ribu sebelumnya 12.500/Kg. Beras cap Jago sekarang Rp10.500 sebelumnya Rp11.500/kg. Beras oplos sekarang Rp9 ribu sebelumnya Rp10 ribu.

“Turunnya bertahap Rp500/Kg,” tambahnya.

Turunnya harga beras belum sampai sepekan, baru 3-4 harian. Dugaan penyebab turunnya harga beras karena ada impor.

Selain beras, harga telor juga turun. Sekarang Rp20.500/kg sebelumnya Rp23-24 ribu/Kg. Turunnya kebutuhan pokok ini juga Rp500 per hari. Penyebab penurunannya karena permintaan masyarakat turun.

Baca Juga :   Pedagang Eceran Belum Tahu Harga Premium Turun

“Telor di Pasar Baru dipasok dari Pare Kediri, dan Blitar,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *