PT Pertamina EP Asset 4 Peduli Korban Tenggelam

Identifikasi korban tenggelam

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia/Ahmad Sampurno

Blora – PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menimpa keluarga Ahmad Sahdan (14). Bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) asal Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu ditengarai tenggelam saat bermain di sekitar area kolam penampungan dekat sumur KDL 01, Desa Temulus, Selasa (6/3/2018) kemarin.

“Kami turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Ahmad. Sebagai wujud kepedulian kami telah disampaikan santunan kepada keluarga korban,” ujar Asset 4 LR Manager, Agus Tinus, saat berada di rumah duka.

Diketahui menurut keterangan keluarga korban yang bersangkutan memiliki keterbelakangan mental. Sehingga saat bermain di sekitar area tidak memperhatikan rambu keamanan yang sudah dipasang di sekitar area.

Lebih lanjut Agustinus menyampaikan, bahwa kejadian ini merupakan musibah yang bisa menimpa siapapun.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan tidak terulang lagi kejadian serupa di kemudian hari,” pungkas Agustinus.

Menurut Kapolsek Randublatung, AKP Supriyo, bocah malang itu, pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengembala kambing sekitar pukul 14.45 WIB tidak jauh dari sumur KDL-01.

Baca Juga :   Dukung Lalin Migas Kolibri, Pembongkaran Tugu Ngambon Sesuai Hasil Musdes

“Saksi melihat korban dalam keadaan mengapung lalu berteriak minta tolong kepada warga yang pada saat itu juga sedang menggembala sapi disekitar tempat tersebut,” kata AKP Supriyo.

Kemudian warga berdatangan, lalu membantu mengevakuasi korban dari tengah kubangan air dengan panjang diperkirakan mencapai 15 meter, lebar diperkirakan 10 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 3 meter.

Setalah melakukan evakuasi dari tengah kubangan air untuk dibawa ketepian, warga kamudian melaporkan kejadian itu kepada kepala desa setempat yang selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Randublatung.

Mendapati laporan tersebut, petugas Polsek Randublatung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim medis. Dari hasil pemeriksaan tim medis pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan.

“Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” ujarnya.(rien/ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *