SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah memastikan, tidak akan membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pegawai honorer Kategori Dua (K2) sejak tes pada 2014 lalu.
“Tahun 2014 lalu sudah dilakukan tes, kalau gagal ya sudah. Ikut yang umum saja tahun ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Nasional, Bima Haria Wibisana, usai menghadiri penyerahan SK Pensiun dan Kenaikan Pangkat di Ruang Angling Dharma lantai II Kantor Pemkab Bojonegoro, Rabu (7/3/2018).
Menurutnya, jabatan yang tersedia pada rekrutmen CPNS 2018, di antaranya guru, dokter, bidang, penyuluh pertanian, dan formasi jabatan lain yang mendukung program besar pemerintah.
“Kalau kebutuhan CPNS tahun ini yang akan dibuka ada sekira 200 ribu lebih,” ungkapnya.
Jumlah lowongan CPNS yang dibutuhkan, menurut Bima, dihitung dari berbagai variabel, termasuk kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar gaji.
“Bagi Pemerintah Provinsi atau Kabupaten atau Kota yang komponen belanja pegawai (gaji) PNS melebihi 50 persen dari total APBD, tentu akan sulit mendapat tambahan pegawai baru,” tegasnya.
Disinggung jumlah kebutuhan CPNS untuk Kabupaten Bojonegoro, pihaknya mengaku tidak mengetahui pasti. Meski demikian, tidak semua pengajuan dari daerah, termasuk Bojonegoro akan disetujui.
“Kita akan verifikasi lagi kebutuhannya. Kalau butuh tenaga administrasi, selama bisa dikerjakan pakai komputer, satu orang saja saya kira mampu. Kecuali jika dikerjakan manual pakai mesin ketik, ya dua puluh orang tidak akan selesai,” pungkasnya.(rien)