SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Aksi unjuk rasa penolakan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) oleh Forum Mahasiswa Tuban, Jawa Timur, mendapat penghadangan dari aparat keamanan Polres Tuban. Seketika itu, orasi dari para mahasiswa berhenti dan sempat terjadi adu mulut.
“Tiba-tiba dihadang tak tau apa maksudnya,” ujar salah satu mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, Azmi, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela aksi di depan kantor Pemkab Jalan Kartini Nomor 2 Tuban, Kamis (8/3/2018).
Pihaknya geram dengan penghadangan yang dilakukan oleh aparat. Padahal aksi penolakan Presiden tersebut tidak anarkis, dan tidak menyebabkan macet total.
Sejak start dari Jalan Tembus Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding sampai Jalan Pahlawan, aksi tak mendapat pengawalan sama sekali. Baru masuk di Jalan Basuki Rahmat atau dekat dengan kantor Bupati Tuban, belasan aparat dari Sabhara Polres Tuban mulai mengawal massa.
Masuk di Jalan Veteran, massa masih lantang berorasi, dan tiba di Jalan Kartini langsung dihadang. Datangnya massa persis apel gabungan pengamanan Presiden Jokowi di Alun-alun Tuban.
Pantauan di lokasi, apel sempat jeda seiring teriakan penolakan mahasiswa atas kunjungan Jokowi di Bumi Wali (Sebutan lain Tuban). Setelah terjadi adu argumen, dan suasana kondusif apel kembali berlanjut.
Diantara tuntutan forum mahasiswa yakni, penyelesaian konflik agraria di Indonesia termasuk pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban, pengusutan korupsi E-KTP, dan sikap tegas Presiden membuat Perpu pengganti UU MD3 yang dinilai akan mengancam demokrasi di Indonesia.
Sampai berita ini ditulis, tak satupun aparat keamanan berkenan diwawancarai. Aparat berseragam cokelat itu, hanya menjalankan tugas pengamanan jelang kedatangan presiden yang sebelumnya menjadi Walikota Solo tersebut. (Aim)