SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Manajemen Semen Gresik (SG) Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia mengaku, tak khawatir adanya aksi massa dari warga Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang memblokir jalur utama menuju timbangan bahan baku trass selama dua jam. Perusahaan semen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pusat operasinya di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek tidak rugi apapun, dan tidak merasa terganggu produksinya.
“Kalau rugi tidak karena bukan benar-benar diblokir total,†ujar Kasi Humas dan Corporate Social Responsibility (CSR) SG, Sani Yuwono, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di kantornya, Senin (12/3/2018).
Sani menjelaskan, massa sejak pukul 06:00 WIB hanya berada di tepi jalan. Sedangkan aksesnya ada dua jalan, dan hanya satu jalur dari arah Utara yang dipenuhi massa dengan penjagaan 200 lebih aparat polisi.
Pihaknya sangat menghormati hak-hak warga untuk menyampaikan pendapat. Asalkan mereka tetap menjaga ketertiban, dan keselamatan dirinya di tengah lokasi yang diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Pihak keamanan tadi juga sudah mengamankan dengan baik, karena SG masuk dalam objek vital nasional. Secara perundang-undangan juga diatur, dan harus dijaga oleh aparat supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Pada intinya kami harap tidak ada pemblokiran jalan lagi,†terang pria humanis itu.
Pantauan di lokasi aksi, sebagian massa maupun aparat keamanan tidak melengkapi diri dengan APD. Mulai baju pelindung, helm keselamatan, sepatu keselamatan, maupun masker. Padahal di rambu jelas tertera area wajib APD.(aim)