GM TPPI: Kami Tak Bisa Turuti Keinginan Warga

GM TPPI Hadi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menyikapi aksi unjuk rasa (Unras) warga Desa Remen, Tasikharjo, dan Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, General Manager Kilang Minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), Hadi Chairunnas langsung turun tangan. Dengan tegas kalau kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kilang tak sebanyak dengan jumlah pelamar.

“Kita punya cara seleksi sendiri dan tak bisa turuti semua kemauan warga,” ujar Hadi Chairunnas, kepada suarabanyuurip.com, di ruang siaran pers TPPI Tuban, Selasa (13/3/2018).

Hadi menjelaskan, berawal dari rekrutmen sejak tahun 2004-2006, jumlah karyawan di Kilang TPPI sebanyak 685 orang. Terdiri dari 200 tenaga outsorching, dan 400 lebih karyawan organik.

Selama perjalanan kilang, manajemen sudah melakukan tambal sulam karyawan dua kali. Selain masuk masa pensiun, para karyawan juga ada yang mengundurkan diri karena pindah perusahaan lain maupun bermasalah.

“Sehingga ada 34 karyawan baru yang dibutuhkan,” jelasnya.

Dari 34 lowongan tersebut, manajemen mengaku sudah membuka seleksi terbuka. Sekaligus menyampaikan kebutuhan SDM baru kepada Pemdes, Camat, Sekda, bahkan Wakil Bupati Tuban. Jika massa menuding perusahaan tertutup itu keliru, karena sudah komunikasi dengan semua stakeholder.

Baca Juga :   Kapolres AKBP Ary Fadli: Tidak Ada Pengamanan Berlapis di Banyu Urip

Hadi menegaskan, 34 lowongan tersebut diharapkan diisi oleh warga ring 1. Kenyatannya spesifikasi yang ditetapkan oleh TPPI belum dipenuhi warga, sehingga rekrutmen dibuka untuk umum.

Secara prosentase, 38% karyawan TPPI didominasi warga ring 1. 33% warga di Kabupaten Tuban, dan sisanya pendatang termasuk jabatan strategis.

“Kalau ada warga ring 1 yang mampu menjadi GM kami justru senang karena menguntungkan perusahaan,” terang Hadi.

Sementara, orator asal Desa Remen, Rusdiyono, meminta TPPI harus siap memberikan jumlah kuota pasti bagi ring Tasikharjo, Remen, dan Purworejo dengan prosentase 70% dari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *