Ada Tiga Rembesan dan Tanggul Ambles di Widang

tanggul widang ambles

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Luapan banjir Sungai Bengawan Solo episode 2 di awal 2018, membuat warga khususnya di sekitar tanggul Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ketar-ketir. Pantauan di lokasi ada tiga rembesan, dan satu titik tanggul ambles di Kecamatan Widang.

“Ada beberapa rembesan salah satunya tepat di depan rumah saya,” ujar Warga Dusun Pencol, Desa/Kecamatan Widang, Ekik, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di lokasi rembesan tanggul Bengawan Solo Widang, Kamis (15/3/2018).

Ekik mengaku, rembesan pada luapan kedua awal 2018 ini lebih kecil, dibandingkan banjir sepekan sebelumnya. Diharapkan segera ada tindakan cepat dari pihak terkait, supaya tanggul yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo tidak jebol.

“Sudah disurvei oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, membenarkan jika ada titik rembesan di tanggul Widang. Setelah semuanya surut, pihaknya akan koordinasi ke Solo dengan BBWS.

Sementara ini, BPBD sudah menyiapkan penanganan darurat seperti tanggul-tanggul sebelumnya. Baik berupa dengan gedeg, sesek, glangsing, trucuk, dan kawat.

Baca Juga :   Kepsek SMPN 3 Tuban: Pelajar Ketilang Itu Resiko

“Sambil menunggu rekomendasi teknis dari BBWS Bengawan Solo,” sergah Joko.

Data yang tercatat di BPBD Tuban, titik tanggul Bengawan Solo yang ambles berada di Dusun Slawe, Desa Ngadirejo, Widang. Panjangnya sekira 25 meter, dengan lebar 3 meter. Jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda empat, namun membuat warga ketar-ketir.  Tahun sebelumnya juga pernah dikerjabaktikan oleh warga, karena muncul rembesan.

Sedangkan rembesan tanggul di Kecamatan Widang, berada di Dusun Pencol, Desa Widang, Dusun Leboh, Desa Kedungharjo, dan Dusun Panderejo, Desa Simorejo. Ketiganya sudah dalam pantauan BPBD, dan diharapkan warga segera dapat ditangani.

Untuk di Dusun Panderejo, Desa Simorejo, panjang tanggul yang butuh penanganan cepat panjangnya kurang lebih 700 meter. Yang paling kritis sepanjang 350 meter di dua tempat, dan kedalaman pengikisan tanah hampir 7 meter.

Beberapa instansi terkait temasuk tim dari Jepang pernah mengkaji di tanggul tersebut. Selain itu, pernah diusulkan langsung dari pihak BBWS terkait pembangunan tanggul parapet di wilayah dimaksud, namun kondisi saat ini untuk longsor masih aman. Kendati demikian, disinyalir dari rembesan air dari tanggul tersebut dikhawatirkan terjadi yang tidak diinginkan warga.(Aim)

Baca Juga :   Diduga Aniaya Siswa SMA Oknum Guru Dilaporkan ke Polisi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *