SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Belum semua desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki jaringan internet gratis yang bisa diakses oleh warganya. Kalau pun ada terdapat di balai desa dengan jaringan tak lancar.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam, Warsito, mengatakan, sudah ada internet gratis di balai desanya. Semua warga bisa menggunakannya, meskipun jaringannya terkadang lemot jika digunakan banyak orang.Â
“Perangkat desa atau warga ya dapatnya di situ, tapi kalau dipakai dua sampai tiga orang sudah lemot,” kata Warsito kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).
Dirinya setuju jika ada pembangunan internet gratis di sejumlah tempat publik di desanya. Seperti di sekitar Pasar Gayam, sekolah, Puskesmas, atau fasilitas umum lainnya yang biasa digunakan warga berkumpul.Â
“Di sana banyak orang, dan tentu bisa memanfaatkan wifi gratis ini untuk menunjang kebutuhan mereka,” tambahnya.Â
Secara terpisah, Ketua BPD Ngadiluweh, Kecamatan Ngasem, Jalal Suyudi, mengatakan, selama ini belum ada jaringan internet gratis di desanya. Masyarakat atau perangkat desa menggunakan jaringan dari provider.Â
“Sangat setuju kalau ada pembangunan wifi gratis di desa kami,” ungkap Yudi, sapaan akrabnya.
Di Ngadiluweh, kata Yudi, banyak fasilitas publik yang bisa dipasang Wifi tak berbayar. Diantaranya; balai desa, Poskamling, tempat Posyandu, dan lokasi yang merupakan fasilitas umum lainnya.Â
Dengan wifi gratis pihaknya optimis, warga bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkini yang berkaitan dengan apa saja. Baik itu bidang kesehatan, pendidikan, pembangunan di Bojonegoro, dan lain sebagainya.Â
“Ya sangat bermanfaat sekali. Kita bisa benar-benar belajar Informasi berbasis teknologi,” tandasnya.Â
Yudi dan Warsito berharap, Bupati terpilih mendatang bisa benar-benar memberikan internet gratis pada warga. Selain itu, memberikan pelatihan dan pendampingan bagi warga untuk bisa menggunakan internet dengan baik dan benar.Â
“Misalnya saja sekelompok anak muda, dididik pakai internet untuk membuat web, blog, dan sebagainya yang bersifat positif,” jelasnya.
Meski memberi layanan dan fasilitas gratis, kedua tokoh masyarakat desa tersebut berharap Pemkab tetap memberi pengawalan. Sekaligus membatasi konten yang tidak mendidik, seperti pornografi dan lainnya.
Dikonfirmasi terpisah, Calon Bupati (Cabup) Soehadi Moeljono, menyatakan, program internet gratis ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan desa cerdas di Bojonegoro. Diharapkan melalui program ini masyarakat desa melek teknologi informasi (TI).
“Kedepan kita juga akan melatih dan memberikan pendampingan kepada warga, agar bisa memanfaatkannya dengan benar untuk memajukan ekonomi dan desanya,” tegas Pak Mul, sapaan akrabnya.
Selain itu, lanjut dia, warga nantinya juga dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Karena kedepan semua manajemen penyelenggaraan pemerintahan desa akan berbasis TI.
“Ini akan sangat membantu warga sendiri dan pemerintah desa. Warga akan lebih mudah berpartisipasi aktif, pemerintah semakin mudah memberikan pelayanan,” pungkas Cabup yang berpasangan dengan Kader NU, Mitroatin ini.(rien)